close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menyemprotkan cairan disinfektan di kawasan Alun-Alun, Kota Serang, Banten, Kamis (19/3) untuk mengantisipasi dan pencegahan penyebaran Covid-19. ANTARA FOTO/Weli Ayu Rejeki
icon caption
Petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menyemprotkan cairan disinfektan di kawasan Alun-Alun, Kota Serang, Banten, Kamis (19/3) untuk mengantisipasi dan pencegahan penyebaran Covid-19. ANTARA FOTO/Weli Ayu Rejeki
Nasional
Sabtu, 21 Maret 2020 15:10

Satu Pasien PDP Covid-19 di RSDP Serang meninggal

Pasien meninggal pada Sabtu (21/3) pukul 02.00 WIB di RSUD dr. Dradjat Prawiranegara.
swipe

Satu pasien dalam pengawasan (PDP) terkait Covid-19 di RSUD dr. Dradjat Prawiranegara (RSDP) Kota Serang, Banten, meninggal. 

Pasien berusia 52 tahun asal Mekarjaya, Kabupaten Pandeglang, itu masuk ruang IGD pada Jumat (20/3) pukul 15:40 WIB kemudian dirawat di ruang perawatan khusus Covid-19 pada pukul 22:00 WIB. Pasien meninggal pada Sabtu (21/3) pukul 02.00 WIB.

Humas RSDP Serang Khoirul Anam mengatakan, berdasarkan keterangan keluarga, yang bersangkutan mengeluh gejala demam, batuk, dan sesak nafas setelah pulang dari Pasar Tanah Abang beberapa hari lalu.

"Yang bersangkutan adalah pasien yang kedelapan. Swab-nya sudah kita kirim ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan," kata Anam. 

Dijelaskan Anam, hingga saat ini masih ada lima pasien PDP yang dirawat secara intensif di ruang perawatan khusus Covid-19 RSDP Serang. 

PDP pertama berjenis kelamin laki-laki dan berumur 48 tahun. Dia melaporkan gejala demam, batuk, dan sesak napas setelah mengikuti seminar di Bogor yang terdapat warga negara asing dari negara terjangkit Covid-19. 

PDP kedua adalah perempuan berusia 51 tahun. Dia dipantau menyusul demam, batuk, dan mual setelah melaksanakan umrah pada 22 Februari 2020.

PDP ketiga berjenis kelamin laki-laki berusia 20 tahun. Dia adalah pasien rujukan dari klinik SHL Pandeglang dengan keluhan batuk darah, sesak dan nyeri dada. Pasien kuliah di Jakarta. 

Ada pun PDP keempat adalah seorang laki-laki usia 35 tahun yang mengeluh demam. Sementara itu, PDP lima berjenis kelamin perempuan usia 48 tahun, dengan keluhan demam, infeksi paru, dan kelainan gula darah. Perempuan tersebut memiliki riwayat bepergian ke Depok.

"Dua pasien PDP sebelumnya hasilnya sudah keluar dan dinyatakan negatif dan sudah dibolehkan pulang beberapa hari lalu," jelas Anam.

Untuk mengantisipasi lonjakan pasien PDP, pihak rumah sakit menambah sebanyak 11 ruang perawatan khusus untuk pasien PDP Covid-19. Total ada 14 ruangan perawatan pasien Covid-19 di RSPD.

"Sekarang RSDP mengubah Pavilliun Muzdalifah menjadi tempat perawatan pasien COVID-19. Info terbaru semua ruangan sudah bisa dipakai. Secara total RSDP ada 14 ruangan yang dapat digunakan," tutur Anam.

RSDP merupakan salah satu rumah sakit rujukan pasien Covid-19 di Banten. Selain itu, ada Rumah Sakit Umum (RSU) Tangerang.

img
Khaerul Anwar
Reporter
img
Khairisa Ferida
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan