close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Ilustrasi. Satu suspek gagal ginjal akut di DKI dinyatakan negatif. Freepik
icon caption
Ilustrasi. Satu suspek gagal ginjal akut di DKI dinyatakan negatif. Freepik
Nasional
Jumat, 10 Februari 2023 16:48

Kemenkes: Satu pasien suspek gagal ginjal akut di DKI dinyatakan negatif

Sementara, pasien suspek yang dirawat di RSUD Dr. Moewardi Surakarta dikatakan tidak termasuk ke dalam kategori GGAPA.
swipe

Satu pasien suspek gagal ginjal akut progresif atipikal (GGAPA) yang dilaporkan di DKI Jakarta dinyatakan negatif usai dilakukan pemeriksaan intensif. Begitu juga dengan kasus suspek gagal ginjal akut yang menjalani perawatan di RSUD Dr. Moewardi Surakarta, Jawa Tengah.

"Keduanya bukan pasien terkonfirmasi GGAPA," kata juru bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes), M. Syahril, di Jakarta, pada Jumat (10/2).

Syahril menuturkan, pasien suspek gagal ginjal akut di DKI Jakarta yang dinyatakan negatif itu merupakan seorang anak berusia 10 tahun. Pasien tersebut dilaporkan mengalami demam pada 26 Januari dan memiliki keluhan tidak bisa buang air kecil (anuria).

Syahril melanjutkan, kasus suspek di Surakarta, tidak termasuk ke dalam kategori GGAPA. Pasalnya, pasien mengalami gagal ginjal yang disebabkan penyakit bawaan.

Dengan demikian, Kemenkes baru mendeteksi satu kasus terkonfirmasi gagal ginjal akut pada tahun ini. Pasien merupakan anak berusia 1 tahun yang dilaporkan meninggal dunia pada 1 Februari 2023.

Pasien konfirmasi gagal ginjal akut ini sempat mengonsumsi obat sirop penurun demam bermerek Praxion, yang diproduksi PT Pharos Indonesia. Berdasarkan hasil pengujian sampel yang dilakukan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Praxion dinyatakan aman dan memenuhi standar ambang batas asupan harian.

"Sejak awal Kemenkes sudah berkolaborasi dengan BPOM untuk mencari penyebab timbulnya GGAPA," ujar Syahril.

Syahril mengimbau masyarakat berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter maupun apoteker sebelum mengonsumsi obat. Selain itu, membeli dan mendapatkan obat di sarana resmi, yaitu apotek atau fasilitas pelayanan kesehatan.

"Bila anak sakit, jangan memberikan obat secara mandiri tanpa berkonsultasi dengan dokter," ucapnya.

Ditambahkan Syahril, penting bagi orang tua untuk tetap waspada dan memahami gejala awal gangguan gagal ginjal akut pada anak. Salah satunya, keluhan buang air kecil yang ditandai dengan penurunan volume urine atau bahkan tidak dapat buang air kecil sama sekali.

"Segera bawa ke rumah sakit rujukan yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan untuk penanganan GGAPA. Orang tua yang anaknya memiliki riwayat minum obat sirup, tidak perlu khawatir selama tidak ada keluhan BAK," tutur Syahril.

img
Gempita Surya
Reporter
img
Fatah Hidayat Sidiq
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan