sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Sutan Riska Tuanku Kerajaan terpilih sebagai Ketum Apkasi 2021-2026

Ketua Umum Apkasi Sutan Riska memiliki kewajiban untuk segera menyusun kepengurusan maksimal 30 hari sejak dikukuhkan.

Hermansah
Hermansah Sabtu, 27 Mar 2021 18:16 WIB
Sutan Riska Tuanku Kerajaan terpilih sebagai Ketum Apkasi 2021-2026

Sutan Riska Tuanku Kerajaan dipilih secara aklamasi menjadi Ketua Umum Apkasi pada perhelatan Musyawarah Nasional (Munas) V Apkasi dan dikukuhkan langsung oleh Mendagri Tito Karnavian di Hotel Kempinski Jakarta, Jumat (26/3). Dengan demikian Sutan Riska yang juga Bupati Dharmasraya ini akan menjadi nahkoda baru Apkasi masa bhakti 2021-2026. 

Terpilihnya Sutan Riska secara aklamasi ini, berdasarkan aturan AD/ART organisasi karena hanya ada satu calon ketua umum yang mendaftar selama proses penjaringan sejak kegiatan pramunas pada 18 Maret 2021 hingga pelaksanaan munas.

"Saya insya Allah siap mengemban amanah ini dan semaksimal mungkin berjuang melaksanakan rekomendasi Munas serta masukan-masukan dari daerah untuk dibawa ke tingkat pusat," ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (27/3). 

Setelah terpilih sebagai Ketua Umum Apkasi Sutan Riska memiliki kewajiban untuk segera menyusun kepengurusan maksimal 30 hari sejak dikukuhkan.

"Kami akan segera menyusun struktur kepengurusan Apkasi yang baru untuk kemudian menggelar rapat kerja berdasarkan pokok-pokok pikiran dan rekomendasi Munas V Apkasi 2021," imbuhnya. 

Kepengurusan Apkasi dalam tugasnya ke depan, akan membuat program-program kerja sesuai amanat Presiden Jokowi saat membuka Munas V Apkasi 2021. Untuk kesuksesan pembangunan kabupaten dan koneksi antardaerah, ada berbagai program yang dapat dilakukan. Terutama memastikan konsolidasi anggaran di pemerintahan agar dapat dipergunakan semaksimal mungkin. 

"Pemerintah kabupaten mesti melakukan perencanaan yang matang. Hal ini sejalan dengan rencana Apkasi membangun cetak biru pembangunan kabupaten yang memetakan permasalahan dan potensi agar perencanaan pembangunan matang terlaksana. Kita masih akan fokus dalam penanganan pandemi Covid-19 yang belum berakhir, dengan memperkuat testing, tracing, dan treatment. Dan yang juga amat penting adalah mempercepat program vaksinasi di seluruh kabupaten di Indonesia," ujarnya, sambil menyebutkan percepatan pemulihan ekonomi juga mesti menjadi prioritas pemkab, dengan program padat karya dan UMKM, memberikan pelayanan yang baik dan mudah serta mendorong tumbuhnya ekspor dan masuknya investasi ke daerah.

Sementara Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta Apkasi berkontribusi menangani pandemi Covid-19 sekaligus melakukan recovery atau pemulihan ekonomi. 

Sponsored

“Jangan hanya bicara soal recovery ekonomi, karena pandeminya saja belum selesai,” kata Mendagri saat memberikan arahan sekaligus menutup Munas V Apkasi 2021 dan mengukuhkan Ketua Umum serta Dewan Pengurus Apkasi 2021-2026, di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Jumat (26/3). 

Mendagri menjelaskan, aspek kesehatan dan ekonomi sama pentingnya untuk diselamatkan. Oleh karena itu, Apkasi harus bekerja keras bersama pemerintah menangani pandemi Covid-19 dan dampak sosial ekonominya. 

“Pandemi itu tetap ditangani, sambil terus recovery. Itu bukan sesuatu yang gampang, karena both must be saved, dua-duanya harus diamankan. Kita tidak bisa menafikan salah satu," tandasnya. 

Pandemi Covid-19 merupakan pandemi terluas yang pernah ada, dan melanda hampir seluruh negara di dunia. Tak hanya itu, pandemi Covid-19 juga menimbulkan efek domino yang perlu ditangani secara serius. 

“Ini krisis multidimensi, bukan hanya satu masalah, tidak hanya kesehatan, tetapi efek dominonya banyak sekali. Kesehatan, kemanusiaan, setelah itu muncul tekanan ekonomi karena pembatasan kegiatan, dan tekanan keuangan, kemudian masalah sosial,” bebernya.

Sebelumnya, dalam pembukaan Munas V Apkasi, Presiden Joko Widodo juga mengatakan, penanganan pandemi erat kaitannya dengan pemulihan ekonomi wilayah, di mana keduanya harus berjalan beriringan secara seimbang. Dengan demikian, baik penanganan isu kesehatan dan pemulihan ekonomi, keduanya harus dapat dicermati dengan baik dalam pelaksanaannya.

 

Berita Lainnya