sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Tak seperti Ahok, Anies dinilai tak punya rencana matang lakukan penggusuran

Anies dinilai tak memikirkan kebutuhan warga sebelum melakukan penggusuran di Sunter.

Eka Setiyaningsih
Eka Setiyaningsih Selasa, 19 Nov 2019 15:32 WIB
Tak seperti Ahok, Anies dinilai tak punya rencana matang lakukan penggusuran

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dinilai tidak melakukan perencanaan matang saat melakukan penggusuran warga di Jalan Sunter Agung perkasa VIII, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Langkah Anies pun dibandingkan dengan kebijakan serupa yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok saat memimpin Ibu Kota.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Gembong Warsono mengatakan, penggusuran yang dilakukan Anies tidak didukung perencanaan yang baik. Hal ini berbeda dari langkah Ahok yang menyiapkan segala kebutuhan sebelum penggusuran dilakukan.

"Ya iya, Ahok lebih siap dari Anies. Planning-nya juga jelas, karena kan kalau dari awal Anies enggak mau melakukan penggusuran," kata Gembong saat dihubungi di Jakarta, Selasa (19/11).

Dia menjelaskan, perbedaan penggusuran yang dilakukan Anies dan Ahok, dapat dilihat saat sebelum penataan kota itu dilakukan. Ahok, kata Gembong, lebih dahulu menyiapkan rusun bagi warga yang terdampak penggusuran. Dengan demikian, para warga mendapat jaminan untuk meneruskan kehidupan secara layak. 

Sementara itu, Gubernur Anies baru mempersiapkan tempat relokasi setelah ada penggusuran. "Maka kita mendorong kepada Pemprov DKI untuk melakukan penataan jangan mengabaikan warga yang terdampak," ujar dia.

Gembong pun menyebut Anies telah mengingkari janji kampanyenya saat Pilkada 2017 lalu. Menurutnya, Anies tidak konsisten dengan janji untuk tidak akan melakukan penggusuran. 

Sementara itu, Penasihat Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik mengatakan, Anies tidak pernah berjanji untuk tidak melakukan penggusuran.

Menurutnya, penggusuran dan penataan yang dilakukan Pemprov DKI merupakan hal wajar, terutama jika dilakukan di lokasi milik pemerintah. 

Sponsored

"Setahu saya tidak ada (penggusuran), makanya tergantung lokasinya apa. Tanah siapa itu? Kalau tanah pemerintah ya diberesin," ucap Taufik.

Dia pun menjelaskan konsep penataan kota yang dilakukan Anies. Penataan yang dijanjikan Anies, kata dia, dilakukan dengan konsep peremajaan kota. Taufik mencontohkan penataan yang dilakukan Pemprov DKI di Kampung Akuarium, yang dilakukan tanpa memindahkan warganya. 

Di lokasi tersebut, Anies membangun rusun untuk merelokasi warga yang terdampak penggusuran. 

"Akuarium dibikin rusun, kan di sana. Di tata lingkungannya, makanya ada shelter selama belum dibangun. Itu kan untuk diberesin," katanya.

Taufik pun mengklaim penataan yang dilakukan di kawasan Sunter sudah sesuai prosedur yang berlaku. Mulai dari sosialisasi hingga rencana relokasi kawasan setempat.

"Iya dong harus sesuai prosedur. Lagian kan ada rencana relokasi di rusunawa DP Rp0," ucap dia.

Penggusuran di Jalan Sunter Agung perkasa VIII, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, dilakukan pada Kamis (14/11) lalu. Penggusuran yang dilakukan dengan mengerahkan 1.500 personel gabungan dari kepolisian, Satpol PP, serta petugas penanganan prasarana dan sarana umum (PPSU), sempat diwarnai kericuhan. Warga berupaya mempertahankan bangunan yang telah mereka tempati selama bertahun-tahun. 

Di masa kampanye Pilkada DKI 2017, Anies sempat mengkritik penggusuran yang dilakukan rivalnya, Ahok. Salah satu yang sorot Anies adalah penggusuran di Kalijodo, Jakarta Utara.

Saat itu Anies mempersoalkan penggusuran yang dinilainya hanya sekadar memindahkan warga, sehingga kehidupan masyarakat terdampak terganggu. Bagi Anies, langkah yang harus dilakukan adalah penataan kampung. Konsep ini dilakukan dengan penataaan ulang kawasan, tanpa memindahkan warga dari lokasi tempat tinggal mereka.