sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Tol Jakarta-Cikampek Elevated ditutup akibat macet parah

Jalan Tol Jakarta-Cikampek Elevated (layang) sempat ditutup akibat kemacetan lalu lintas cukup parah pada Sabtu (21/12) siang.

Sukirno
Sukirno Sabtu, 21 Des 2019 19:10 WIB
Tol Jakarta-Cikampek Elevated ditutup akibat macet parah
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Jalan Tol Jakarta-Cikampek Elevated (layang) sempat ditutup akibat kemacetan lalu lintas cukup parah pada Sabtu (21/12) siang.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi buka suara perihal penutupan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) pada Sabtu siang, untuk mengurangi kemacetan yang terjadi di jalur yang baru dibuka pada Minggu (15/12) tersebut.

"Kita lihat kalau namanya Japek di ketinggian kalau mereka terlalu lama di atas beresiko habis bahan bakar, kelaparan, belum lagi nanti kalau yang pusing. Saya setuju dikurangi dulu supaya lancar," ujar Menhub saat meninjau Stasiun Pasar Senen, Sabtu (21/12).

Dari laporan yang diterimanya, kemacetan yang terjadi di Japek sudah memakan waktu hingga dua jam. Padahal, waktu tempuh dari Jakarta ke Cikampek idealnya hanya membutuhkan waktu satu jam.

Menurutnya, kemacetan diduga akibat rasa penasaran para pengguna jalan, apalagi setelah mengetahui bahwa kontur jalur bergelombang membuat volume kendaraan yang menggunakan tol Japek tinggi.

"Di Japek kenaikannya biasanya 40%, sekarang 80%. Untuk kisaran (volume kendaraan) belum dilaporkan," tambah dia.

Ia mengaku untuk evaluasi selanjutnya menunggu laporan pada pukul 18.00 WIB. Sementara untuk manajemen lalu lintas atau kemungkinan ditutupnya kembali Tol Japek, pihaknya mengikuti rekomendasi dari Kakorlantas Polri.

"Kita lihat bagaimana nanti malam. Kalau nanti malam Japek padat agak kita kurangi dan di Cipali satu arah. Tapi semua ini komandannya Kakorlantas. Kami mengikuti apa yang menjadi rekomendasi," jelas dia.

Sponsored

Sebelumnya, akses masuk menuju Jalan Tol Japek II Elevated dari arah Cawang sempat ditutup pihak kepolisian. Penutupan dilakukan dua kali, pada pukul 12.00 hingga 12.10 WIB dan pukul 13.30 sampai 13.50 WIB, arus kendaraan pun dialihkan ke jalur bawah. 

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (tengah) berbincang dengan penumpang KA Jaka Tingkir saat meninjau di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Sabtu (21/12). Peninjauan itu bertujuan memastikan pelayanan dan kenyamanan penumpang yang diberikan PT Kereta Api Indonesia dalam menghadapi masa angkutan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020. / Antara Foto

Kereta api

Sementara itu, Budi Karya menyebut kehadiran Tol Jakarta-Cikampek (Japek) yang baru dibuka sejak Minggu (15/12) turut mempengaruhi jumlah penumpang kereta api khususnya yang melewati jalur selatan Jawa.

"Ada pergeseran-pergeseran dengan adanya jalan tol (Japek), yang tadinya naik kereta api, mereka mencoba karena ini musim liburan. Kalau liburan, kan, yang penting mereka sampai," kata Menhub.

Menurut Budi, apabila dibandingkan secara year-on-year dalam rentang waktu dua hari masa angkutan Natal dan Tahun Baru, terjadi penurunan sekitar 6%-10%.

Akan tetapi, Budi tidak menyebut secara rinci berapa kisaran penurunan jumlah penumpang kereta api dalam rentang dua hari secara tahunan tersebut.

"Satu hari ini tol Japek dibuka jadi sehingga banyak yang beralih. Penurunannya range 6%-10% di dua hari yang sama masa angkutan Natal," kata dia.

Meski begitu, ia meyakini bahwa penurunan tidak akan bertahan lama, sebab peralihan moda transportasi yang terjadi hanya sebatas euforia semata sejak dibukanya, termasuk viral kondisi jalan Tol Japek.

"Mungkin ini euforia saja. Saya pikir enggak apa-apa, karena kereta api tetap bagian yang favorit. Ada surprise, ada yang nyoba tol Japek hari ini jadi sedikit macet," kata dia.

Sementara data dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional 1 Jakarta, angka penumpang di Stasiun Gambir pada Sabtu hingga pukul 12.00 WIB menunjukkan volume pemberangkatan sejumlah 21.358 orang. Angka itu menggeliat dibanding pada akhir pekan biasa yang hanya mencapai 14.000 orang dalam rentang waktu yang sama.

Di Stasiun Pasar Senen menunjukkan angka yang sama. Volume pemberangkatan penumpang sudah menyentuh angka 22.645 hingga pukul 12.00 WIB atau meningkat dari jumlah akhir pekan biasa yang hanya 16.000-18.000 penumpang. (Ant)

Berita Lainnya

Pakar dukung penegakan aturan larangan mudik

Jumat, 16 Apr 2021 08:15 WIB

3 Cara hubungkan kontroler Xbox ke PC

Senin, 19 Apr 2021 15:20 WIB

Urgensi masyarakat patuhi larangan mudik Lebaran

Minggu, 18 Apr 2021 18:32 WIB