sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Update banjir bandang NTT: 177 orang meninggal, 45 hilang

Wagub NTT mengakui, masih ada daerah-daerah terdampak bencana akibat siklon tropis Seroja ini yang belum terjangkau posko pusat.

Manda Firmansyah
Manda Firmansyah Senin, 12 Apr 2021 07:33 WIB
Update banjir bandang NTT: 177 orang meninggal, 45 hilang

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal akibat banjir bandang di Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga Minggu (11/4) pukul 20.00 WIB mencapai 177 orang.

Rincian korban meninggal dunia, yaitu sebanyak 72 warga Kabupaten Flores Timur, 28 warga Kabupaten Alor, tujuh warga Kabupaten Malaka, dan satu warga Kabupaten Sikka. Kemudian, 47 warga Kabupaten Lembata, 12 Kabupaten Kupang, enam warga Kota Kupang, tiga warga Kabupaten Sabu Raijua, dan satu warga Kabupaten Ende.

Total orang yang masih dinyatakan hilang 45 orang. Rinciannya, dua warga Kabupaten Flores Timur, 22 warga Kabupaten Lembata, lima Kabupaten Sabu Raijua, 13 warga Kabupaten Alor, dan 3 warga Kabupaten Kupang.

Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Josef Nae Soi mengakui, masih ada daerah-daerah terdampak bencana akibat siklon tropis Seroja ini yang belum terjangkau posko pusat. Misalnya, desa-desa di Kabupaten Kupang.

"Daerah-daerah yang belum terjangkau oleh kami, yaitu di Kabupaten Kupang dan memang ini kami agak terlambat mendapatkan informasi, karena kondisi daerahnya yang terputus. Cuaca kemarin (belakangan ini) tidak bersahabat," ucapnya dalam konferensi pers virtual, Minggu (11/4).

Sebelumnya Kepala BNPB, Doni Monardo menyebut, hampir semua tempat pengungsian korban banjir bandang di NTT telah tersedia layanan kesehatan. Namun, jumlah dokter masih terbatas hingga kini.

Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mendatangkan sejumlah tenaga kesehatan (nakes) dari berbagai provinsi. Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Jawa Timur (Jatim), misalnya.

Terkait ketersediaan obat-obatan dan alat kesehatan (alkes), Doni mengklaim, masih terpenuhi. Kecuali, alat untuk merawat pasien patah tulang. "Kami sudah koordinasi untuk segera didatangkan dari Jakarta, Surabaya, dan Makassar," ucapnya dalam telekonferensi, Selasa (6/4).

Sponsored

Untuk meminimalisasi kerumunan di lokasi pengungsian, BNPB menyiapkan dana sewa hunian bagi setiap keluarga. BNPB juga akan menyalurkan tes cepat (rapid test) antigen ke berbagai daerah terdampak agar bisa melakukan penapisan (screening).

Terkait pemulihan rumah rusak pascabanjir bandang, pemerintah pusat telah menyiapkan skema pendanaan pembangunan. Setiap rumah rusak berat akan menerima bantuan Rp50 juta rupiah, rusak sedang Rp25 juta, dan rusak ringan Rp10 juta.

Berita Lainnya