sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Usai minta maaf, Nadiem datangi PP Muhammadiyah

Menteri Nadiem menyampaikan permintaan maaf langsung ke Muhammadiyah.

Fathor Rasi
Fathor Rasi Rabu, 29 Jul 2020 20:16 WIB
Usai minta maaf, Nadiem datangi PP Muhammadiyah
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 266845
Dirawat 60431
Meninggal 10218
Sembuh 196196

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim menyambangi Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Rabu (29/7).

Kunjugan itu dilakukan Mas Menteri, sapaan akrabnya, setelah menyampaikan permintaan maaf terkait polemik Program Organisasi Penggerak (POP) Kemendikbud kemarin, Selasa (28/7).

Selain silaturahmi, kedatangan Menteri Nadiem untuk menyampaikan permintaan maaf secara langsung. Kunjungan mantan bos Gojek itu diapresiasi Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti yang menyambut langsung kedatangannya.

Namun, menurutnya, Muhammadiyah belum menentukan sikap lebih lanjut setelah memutuskan mundur dari POP.

"PP Muhammadiyah akan membahas secara khusus dengan Majelis Dikdasmen dan Majelis Dikti Litbang dalam waktu dekat," kata  Abdul Mu'ti dalam keterangannya, Rabu (29/7).

Sebelumnya, Mendikbud Nadiem Anwar Makarim berharap organisasi penggerak seperti Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dapat kembali bergabung dalam Program Organisasi Penggerak (POP).

Mendikbud menganggap organisasi tersebut sudah menjadi mitra strategis pemerintah dan berjasa besar di dunia pendidikan. Bahkan, jauh sebelum negara ini berdiri.

"Dengan penuh rendah hati, saya memohon maaf atas segala ketidaknyamanan yang timbul dan berharap agar ketiga organisasi besar ini bersedia terus memberikan bimbingan dalam proses pelaksanaan program, yang kami sadari betul masih jauh dari sempurna," kata Nadiem kemarin.

Sponsored

Mendikbud menegaskan, Putera Sampoerna Foundation bersama Tanoto Foundation dipastikan menggunakan skema pembiayaan mandiri untuk mendukung Program Organisasi Penggerak. 

Nadiem juga menyarankan Putera Sampoerna Foundation juga dapat menggunakan pembiayaan mandiri tanpa dana APBN dalam POP.

Berita Lainnya
×
img