close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Pratama Arhan berjibaku menantang lawan. Foto PSSI
icon caption
Pratama Arhan berjibaku menantang lawan. Foto PSSI
Olahraga
Sabtu, 27 April 2024 14:51

Ex Menpora gembira lihat energi, dan mental Garuda Muda

Mantan Menpora yang memang gemar sepakbola ini juga pernah populer menulis ulasan tentang Piala Eropa 2008.
swipe


Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (Menpora) 2009–2014 Andi Alifian Mallarangeng ikut larut diliputi kebahagiaan tim nasional Indonesia U-23 mengalahkan Korea Selatan U-23.

Tim debutan Merah Putih berjaya menghentikan Korsel U-23 di perempat final Piala Asia U-23 Qatar 2024. Kegemparan pun mencuat di kalangan pencinta bola seantero Tanah Air, terutama di lini masa media sosial maupun media arus utama.

"Ini luar biasa. Siapa bilang anak-anak Indonesia tidak bisa memainkan sepakbola modern?" kata Andi saat dimintai komentar Alinea.id, Jumat (26/4).

Pertanyaan retoriknya tentu mengusik pihak-pihak tertentu yang masih bersentimen negatif meragukan kualitas tim sepak bola Indonesia. Ya, pemain nasional sudah menunjukkan level permainan sepakbola modern seiring dengan kesuksesan Garuda Muda di pentas Asia.

Laga ketat adu sengit berjalan seru antara Indonesia U-23 versus Taegeuk Warriors. Skor imbang 2-2 mengakhiri waktu normal plus babak perpanjangan. Kedua tim harus menyelesaikan pertandingan melalui adu tendangan penalti. Alhasil, Garuda Muda menang tipis 11-10.

Skuad Shin Tae-yong (STY) mencetak satu lagi sejarah baru: Tampil ke semifinal di kemunculan perdana turnamen ini. Rafael Struick cs sekaligus mencipta rekor menjadi tim kedua yang mencetak gol terbanyak ke gawang Korsel hanya dalam satu leaga. Sebelumnya, Swedia di London, 5 Agustus 1948, menenggelamkan Korsel 0-12.

"Terimakasih kepada Coach STY yang meramunya dengan baik. Kita salut dengan semangat pantang menyerah pemain-pemain kita. Energinya luar biasa. Mentalnya pun luar biasa," sambung juru bicara Presiden 2004-2009 ini.

Andi turut mengapresiasi sumbangsih rombongan suporter timnas di Abdullah Bin Khalifa Stadium, Doha. Dukungan militan tak henti-hentinya mereka membuat performa Witan Sulaiman dkk trengginas begitu ganas menggilas lawan.

"Terimakasih juga kepada diaspora Indonesia di Qatar yang menjadi pemain ke-12," ujar Alifian Mallarangeng.

Dominasi timnas U-23 terasa digdaya melawan salah satu kekuatan raksasa Asia. Statistik laga bahkan mencatat sejumlah keunggulan Garuda atas Taegeuk seperti tembakan (21 berbanding 8), tendangan tepat sasaran (5:2), penguasaan bola (53%:47%), dan akurasi umpan (81%:79%).

Mantan Menpora yang memang gemar sepakbola ini juga pernah populer menulis ulasan tentang Piala Eropa 2008 di media massa nasional. Kini, Andi masih terus mencermati perkembangan sepak bola nasional.

"Ke depan, kombinasi kekuatan pemain-pemain produk dalam negeri dan diaspora Indonesia menjadi kunci kekuatan kita," pesannya.

img
Arpan Rachman
Reporter
img
Fitra Iskandar
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan