Pemerintah segera realisasikan bonus atlet peroleh medali

Saat gelaran olahraga terbesar kedua di dunia ini selesai, bonus yang telah dijanjikan kepada atlet yang mendapat medali langsung dibagikan.

Pemerintah segera realisasikan bonus atlet peroleh medali Pasangan pesilat Indonesia peraih medali emas Ayu Sidan Wilantari (kiri) dan Ni Made Dwiyanti (kanan) berpose usai upacara penyerahan medali nomor ganda putri pencak silat seni Asian Games 2018 di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Rabu (29/8)./AntaraFoto

Pemerintah memastikan bonus bagi atlet berprestasi di Asian Games 2018 telah disiapkan.

"Bonus atlet sudah dikerjakan Menteri Keuangan, sudah dipersiapkan, termasuk besarannya dan Menteri Pemuda dan Olahraga sudah diminta untuk menghitung semuanya," kata Sekretaris Kabinet Pramono Anung saat diwawancarai wartawan di ruang kerjanya Jakarta, Rabu (29/8).

Saat gelaran olahraga terbesar kedua di dunia ini selesai, bonus yang telah dijanjikan kepada atlet yang mendapat medali langsung dibagikan.

"Begitu penutupan selesai, anggarannya sudah ada dan segera dibagikan. Yang jelas anggarannya sudah ada, siapa pun yang berprestasi, baik yang meraih medali emas, perak, maupun perunggu, akan mendapatkan sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Menpora," ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Pramono juga mengapresiasi atlet yang telah berjuang dan memperoleh prestasi yang membanggakan negara.

Pramono berharap para atlet bisa mempertahankan posisi ranking empat perolehan medali di Asian Games 2018.

"Atlet-atlet kita hingga hari ini telah memberikan yang terbaik. Kalau kita bandingkan dengan tiga Asian Games sebelumnya, yaitu tahun 2006, 2010, 2014 prestasi kita sekarang luar biasa," katanya.

Pramono mengungkapkan keberhasilan para atlet ini karena keberhasilan manajeman penanganan atlet.

"Proses manajemen penanganan ahli cabang-cabang olahraga yang diubah oleh Presiden. Dulu pembinaan secara berjenjang termasuk uang untuk pembinaan atlet, itu juga berjenjang ke KONI. KONI kemudian ke induk organisasi atlet. Sekarang ini kan langsung sehingga transparasi ada dan di situ merasa mendapatkan perhatian," jelasnya.

Pramono juga mengapresiasi dukungan publik yang luar biasa sehingga memompa semangat atlet untuk mencapai prestasi.

Sementaraa cabang olahraga Pencak Silat kembali menyumbang medali emas kesebelas setelah pesilat beregu putri Indonesia, Pramudya Yuristya/Lutfi Nurhasanah/Gina Tri Lestari berhasil meraih poin tertinggi di babak final ajang Asian Games 2018, di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur.

Pramudya/Nurhasanah/Gina meraih skor tertinggi, yakni 466. Hasil itu beda dua angka dengan pesilat Vietnam yang meraih medali perak, yakni Thi Thu Ha Nguyen/Thi Huyen Nguyen/Thi Binh Voung dengan poin 464. Sementara juara ketiga dengan perolehan medali perunggu, yakni pesilat dari Thailand, As Ma Jeh Ma/Yuweeta Samahoh/Ruhana Chearbuli dengan skor 448.

Pada kategori ini, pesilat harus terlihat kompak dan bertenaga dalam menampilkan gaya atau jurus-jurusnya.Pesilat Indonesia sebenarnya tidak berhasil menyelesaikan semua teknik dengan tepat waktu yaitu 3 menit. Pesilat Indonesia melewati waktu satu detik, yakni 03:01. Namun demikian, angka yang diberikan wasit juri pun masih tinggi melampaui pesaingnya.

Tiga medali emas diperebutkan dalam pertandingan kelas seni untuk kategori tunggal putra, ganda putri dan dan regu putri.

Sementara itu lima medali emas diperebutkan di kategori bertarung, yakni untuk kelas J putra 90-95 kg, kelas F putra 70kg-75kg, kelas D putri 60kg-65kg, kelas C 55kg-60kg, dan kelas B putri 50kg-60kg.

Berikut perincian 10 besar negara dengan perolehan medali terbanyak yang dikutip dari website asiangames2018.id hingga pukul 13.10 WIB


Berita Terkait