logo alinea.id logo alinea.id

PSSI putuskan gelar Kongres Luar Biasa

Keputusan tersebut diambil dalam rapat yang digelar Komite Eksekutif (Exco) PSSI.

Gema Trisna Yudha
Gema Trisna Yudha Rabu, 20 Feb 2019 07:16 WIB
PSSI putuskan gelar Kongres Luar Biasa

Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) memutuskan untuk menggelar Kongres Luar Biasa (KLB), yang bertujuan akhir memilih kepengurusan baru. Keputusan tersebut diambil dalam rapat yang digelar Komite Eksekutif (Exco) PSSI.

Rapat tersebut dipimpin Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, di kantor PSSI pada Selasa (19/2) malam.

Ada dua agenda penting yang akan dibahas dalam KLB. Pertama, membentuk perangkat Komite Pemilihan (KP) dan Komite Banding Pemilihan (KBP). Kemudian, agenda kedua, yaitu penetapan tanggal Kongres pemilihan kepengurusan baru.

Joko Driyono mengatakan, PSSI akan mengirim utusan untuk berkoordinasi secara langsung dengan FIFA selaku induk olahraga sepak bola dunia. 

"PSSI berkoordinasi secara langsung dengan FIFA untuk mendapatkan arahan dan rekomendasi yang tepat," kata Joko Driyono dikutip dari laman resmi PSSI, Rabu (20/2).

Keputusan ini muncul di saat PSSI tengah dirundung kasus pengaturan skor yang ditangani Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola. Sejumlah orang terkemuka di dunia sepak bola tanah air, telah dipanggil dan menjalani pemeriksaan oleh satgas.

Joko Driyono juga telah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka pada selama 20 jam pada Senin (18/2) hingga Selasa (19/2). 

Jokdri ditetapkan sebagai tersangka setelah tim gabungan yang terdiri dari Satgas Antimafia Bola, penyidik Polda Metro Jaya, dan Inafis Polda Metro Jaya, melakukan penggeledahan di apartemen Jokdri. Unit apartemen yang berada di  Tower 9 Taman Rasuna Said, Jakarta Selatan, digeledah pada Kamis (14/2) malam.

Sponsored

Dari penggeledahan tersebut, kepolisian mengamankan sekitar 75 item barang bukti dari apartemen Jokdri. Di antaranya ialah buku tabungan dan kartu kredit, cek, kwitansi, dan uang tunai. Turut disita diantaranya barang elektronik seperti laptop, iPad, tablet, flash disk, dan enam buah ponsel. Selain itu, sejumlah dokumen dan catatan, di antaranya dokumen PSSI, turut disita oleh tim satgas.

Setelah menggeledah apartemen Jokdri, tim gabungan juga menggeledah ruang kerja Jokdri di kantor PSSI. Dari lokasi tersebut, polisi menyita sembilan item barang bukti, seperti ponsel, kunci kantor, dan sejumlah dokumen.