close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Konferensi pers Polri, Kemenpora, dan PSSI terkait komitmen pemberantasan mafia skor sepak bola, Minggu (19/2). Alinea.id/Gempita Surya.
icon caption
Konferensi pers Polri, Kemenpora, dan PSSI terkait komitmen pemberantasan mafia skor sepak bola, Minggu (19/2). Alinea.id/Gempita Surya.
Olahraga
Minggu, 19 Februari 2023 21:04

Menpora: Tanpa intervensi, pemerintah dukung PSSI berantas mafia

Menpora menyebut, ujung tombak perbaikan tata kelola persepakbolaan Indonesia berada di bawah PSSI.
swipe

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali, menyatakan pemerintah mendukung upaya Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) untuk memberantas mafia bola di Tanah Air. Hal ini dipandang sebagai upaya untuk mewujudkan ekosistem sepak bola di Indonesia yang lebih berkualitas.

"Saya kira memang inilah yang diharapkan oleh pemerintah sejak lama. Ingin sepak bola ini berjalan dengan baik, sehingga bertujuan untuk pembinaan, prestasi, sekaligus menjadi tontonan yanh baik buat masyarakat kita," kata Zainudin dalam konferensi pers di media center Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, Minggu (19/2).

Zainudin mengatakan, hal ini juga sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo untuk melakukan penataan ekosistem persepakbolaan Indonesia agar semakin maju ke arah yang lebih baik. Zainudin menyebut, ujung tombak perbaikan tata kelola persepakbolaan Indonesia berada di bawah PSSI.

"Tetap yang menjadi ujung tombak dari perbaikan ekosistem dan juga berbagai tata kelola untuk sepak bola nasional, tetap ujung tombaknya adalah federasi, adalah PSSI," ujar dia.

Kendati demikian, imbuh Zainudin, pemerintah memastikan bakal memberikan dukungan penuh terhadap langkah-langkah yang akan diambil PSSI untuk mewujudkan hal tersebut. Ini juga termasuk dukungan atas kolaborasi antara PSSI dan Polri, yang dilakukan dalam rangka perbaikan penyelenggaraan dan tata kelola pengamanan pertandingan sepak bola.

"Pemerintah memberikan dukungan dan fasilitasi untuk segala kebutuhan yang dibutuhkan oleh federasi tanpa intervensi," tutur Zainudin.

Sebelumnya, Ketum PSSI Erick Thohir menyatakan bakal menindak tegas para mafia sepak bola di Indonesia. Menurut Erick, praktik curang dalam penyelenggaraan pertandingan sepak bola ini perlu dibabat habis agar tidak terus menerus berulang.

Erick menegaskan, pemberantasan praktik curang dalam persepakbolaan di Indonesia seperti pengaturan skor perlu disanksi tegas secara hukum. Sanksi ini juga dapat dikenakan kepada seluruh pihak mulai dari pelatih hingga pengurus penyelenggaraan sepak bola Indonesia.

"Pemain, wasit, pemilik klub, pengurus termasuk saya, semua, pelatih yang jelas-jelas terkena permainan mengatur skor, ini dihukum seumur hidup. Ini tindakan yang sepatutnya sudah harus diambil selama ini," ujar Erick.

Sementara, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan, pihaknya bakal mendukung program-program PSSI dalam upaya menyelenggarakan pertandingan sepak bola yang lebih adil. Diungkapkan Sigit, satuan tugas (Satgas) Antimafia Bola yang sebelumnya telah dibentuk oleh Polri, bakal mengawal kebijakan-kebijakan yang dicetuskan PSSI untuk membabat habis praktik pengaturan skor.

"Tentunya yang paling utama adalah, bagaimana kita ke depan betul-betul bisa memberantas apa yang dinamakan match fixing atau pengaturan skor," tutur Sigit.

img
Gempita Surya
Reporter
img
Ayu mumpuni
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan