close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Suasana pertandingan bulutangkis di Istora Senayan, January 2018. Foto Wikimedia
icon caption
Suasana pertandingan bulutangkis di Istora Senayan, January 2018. Foto Wikimedia
Olahraga
Kamis, 07 September 2023 14:49

Surat cinta untuk Istora Senayan: Panggung ikonik segera tinggal kenangan

Banyak pebulutangkis menilai atmosfer Istora luar biasa dengan suporter yang tak bisa ditemukan di tempat lain di mana pun juga.
swipe

Tiada momen lebih berkesan bagi pebulutangkis dunia selain tepuk tangan meriah di tengah keriuhan sorak-sorai penonton Istora Senayan, Jakarta. Nuansanya berselimut magis.

"Dari pertandingan perdana, hari pertama, penonton mulai dan tidak berhenti sampai shuttlecock terakhir jatuh pada hari final," ujar Kirsty Gilmour, tunggal putri peringkat 25 dunia BWF, asal Skotlandia.

Kesannya manis, amat puitis. Kirsty mengaku Istora menjadi tempat penuh bahagia, yang menghadirkan sisi terbaiknya, dan dia berhutang terima kasih kepada suporter.

Tak ada yang lebih gaduh dari penonton Istora. Sejak pemain mulai pemanasan, meluweskan footwork atau mengayun-ngayunkan raket seperti memukul bayangan. Penonton seketika itu menimpali tingkah sang pemain di lapangan, berseru teriak: "Eeaaa, eeaa, eeeaa!" setiap kali raket terayun.

Banyak pebulutangkis menilai atmosfer Istora luar biasa dengan suporter yang tak bisa ditemukan di tempat lain di manapun juga. Suasana pertandingan terasa di luar imajinasi. Pemain harus sangat fokus, kalau tidak telinga pemain akan tuli karena kegaduhan penonton di seantero tribun.

"Banyak kenangan yang indah. Kita juara di sini dan bisa membawa anak-anak naik podium," ucap Mohammad Ahsan, ganda putra Indonesia berpasangan Hendra Wijaya, yang menyabet gelar juara dunia 2015 di Istora.

Duduk tak bisa diam di bangku tribun di tepi lapangan, Vega selalu takjub tiap kali menemani ayahnya bertanding di Istora Senayan. Putri cantik Viktor Axelsen, tunggal putra Denmark nomor satu dunia, itu kini berusia tiga tahun. "Dia mendapat banyak hadiah dari penggemar," kata ayahnya.

Diliputi kegembiraan saat menang atas Lee Zii Jia dari Malaysia di semifinal Indonesia Open 2022, Viktor berlari riang keliling lapangan. Dia nyaris menabrak kamerawan televisi, yang kemudian dihadiahkannya kaus sebagai tanda maaf.

Huang Yaqiong masih ingat kaus yang diberikan Lilyana Natsir setelah pertandingan. Mereka berhadapan di semifinal Indonesia Open 2019, masing-masing berpasangan Zheng Siwei dan Tontowi Ahmad, pada nomor ganda campuran. Yaqiong/Siwei, andalan China, akhirnya jadi juara.

"Saya ingat saya kalah dalam pertandingan yang sangat sulit melawan Wang Yi Han. Penonton ramai sekali. Mata saya berkaca-kaca mau menangis karena saya kalah tetapi mereka meneriakkan nama saya," Carolina Marin terharu atas simpati Istora. Ratu Eropa, emas Olimpiade, tiga gelar juara dunia, putri Spanyol itu menyimpan perasaan: "Kenangan ini tidak akan pernah saya lupakan."

Menang rubber-set di semifinal Indonesia Open 2016, "Tidak gampang mengalahkan Marin," Yi Han mengakui. Pengaruh kelelahan itu kemudian membuat Yi Han harus mengakui kekalahan dari Tai Tzu-ying di final.

"Istora adalah tempat yang tiada duanya. Anda tak dapat mendengar suara shuttlecock. Anda tidak bisa mendengar suara pelatih Anda. Anda tak mampu mendengar apa pun kecuali sorak-sorai yang nyaring. Anda baru saja tenggelam sepenuhnya dalam dunia Anda sendiri," pesan Tzu-ying, tunggal putri Taiwan.

Kesan dan pesan para pebulutangkis dunia terekam dalam gambar selama 18:14 menit yang dibesut BWF TV. Film pendek A Love Letter to Istora Senayan dipersembahkan sebagai penghargaan istimewa bagi Istora Senayan, gelanggang bulutangkis paling ikonik di dunia.

Nama "Istora" merupakan singkatan dari "Istana Olahraga". Istora Senayan juga terkenal sebagai Istana Olahraga Gelora Bung Karno, terletak di Kompleks Olahraga Gelora Bung Karno, Jakarta. 

Kapasitas arena setelah pembukaan kembali tahun 2018 adalah 7.166 penonton. Arena ini biasanya digunakan untuk turnamen bulutangkis. Acara perdananya adalah Piala Thomas 1961. Mulai dibangun pada 1958 untuk seluruh komplek GBK, Istora diresmikan 21 Mei 1961.

Turnamen prestise Indonesia Open 2024 mendatang dipanggungkan ke wahana indoor baru: Indonesia Arena. Lapangan bulutangkis yang penuh kenangan, riwayatnya telah berakhir. Selamat tinggal, Istora.

Mulai tahun depan Istora Senayan kemungkinan akan mulai tergantikan dengan Indonesia Arena yang bisa menampung lebih banyak penonton.  

Indonesia Arena yang berada di Pintu I Senayan telah dibuka sejak 7 Agustus 2023, dan langsung dipakai untuk gelaran Piala Dunia Basket 2023.

img
Arpan Rachman
Reporter
img
Fitra Iskandar
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan