sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

BPN: Kampanye akbar Prabowo-Sandi di GBK dihadiri 1 juta orang

Padahal, kapasitas Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) setelah renovasi berkurang dari 90.000 menjadi hanya 76.126 kursi.

Sukirno
Sukirno Kamis, 04 Apr 2019 22:58 WIB
BPN: Kampanye akbar Prabowo-Sandi di GBK dihadiri 1 juta orang
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 392.934
Dirawat 61.851
Meninggal 13.411
Sembuh 317.672

Kampanye akbar pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, di Gelora Bung Karno, Jakarta pada Minggu (7/4) diklaim bakal dihadiri 1 juta orang.

Padahal, kapasitas Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) setelah renovasi berkurang dari 90.000 menjadi hanya 76.126 kursi.

"Kampanye akbar diawali Salat Subuh berjemaah, lalu munajat dan zikir. Baru pukul 08.00 WIB kampanye dimulai sampai pukul 10.00 WIB," kata Ketua Panitia Kampanye Akbar Prabowo-Sandi, Muhammad Taufik di Jakarta, Kamis (4/4).

Dia menjelaskan, kampanye akbar nantinya akan dihadiri berbagai elemen masyarakat termasuk petinggi partai politik koalisi, habaib, alumni 212, relawan dan pendukung Prabowo-Sandi.

Taufik mengatakan, kampanye akbar itu akan menjadi kampanye terbesar yang didukung berbagai elemen masyarakat.

"Hadir juga para habaib, ulama, dan tokoh masyarakat. Insha Allah tercapai satu juta orang. Ini akan jadi kampanye terbesar, kami didukung dari berbagai elemen masyarakat," ujarnya.

Taufik menerangkan, kampanye nantinya dilakukan dengan sangat sederhana dan dirinya memastikan, dalam acara kampanye akbar nanti tidak ada acara musik dangdut namun lebih ke tausiah dan orasi politik.

Dalam kesempatan tersebut, penanggung jawab kampanye akbar Prabowo-Sandi di GBK, Prasetyo Hadi menambahkan, pihaknya meminta maaf kepada masyarakat ibu kota jika terdapat kemacetan di hari Minggu pagi.

Sponsored

"Karena itu, pertama mohon maaf kepada masyarakat ada gangguan di jalan. Sabtu sore akan kita buka registrasi, Insha Allah akan diundang wartawan, izinnya kita tidak membatasi," kata Prasetyo lagi. 

Sandi kunjungi 1.550 lokasi

Sementara itu, calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno mengklaim sudah berkunjung di 1.550 titik di seluruh Indonesia sejak masa kampanye dimulai September 2018.

"Selama tujuh bulan terakhir, saya sudah berkunjung di 1.550 titik di Indonesia," ujarnya di sela deklarasi dan dialog interaktif bersama bunda pendidikan anak usia dini (Paud) di DBL Arena Surabaya, Kamis (4/4).

Sejak ditetapkan sebagai pasangan calon presiden dan calon wakil presiden bersama Prabowo Subianto serta diberlakukannya masa kampanye, ia mengaku banyak cerita dan pengalaman yang diperoleh, baik apresiasi maupun keluhan dari masyarakat.

Salah satu yang terbaru, kata dia, aspirasi dari seorang guru Paud di Kabupaten Bondowoso bernama Sugiati yang berharap agar nasibnya diperjuangkan dan diorangkan.

"Bu Sugiati bercerita kepada saya sambil berurai air mata. Beliau ingin bunda Paud diuwongke (diorangkan), diperhatikan, khususnya tentang kesejahteraan. Bunda Paud itu ternyata gajinya sajuta, yaitu sabar, jujur dan tawaqal," ucapnya.

Menurut dia, Paud merupakan proses membentuk kepribadian bangsa dan harus mendapat perhatian serius dari pemerintah.

Sandiaga juga mengatakan, selama tujuh bulan ini kerap mendapati berbagai macam pengalaman, mulai penyambutan, perizinan lokasi yang tidak keluar dan lainnya.

"Tapi, semua itu harus dihadapi dengan senyuman," kata mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut.

Di sisi lain, Sandiaga Uno mengakui bahwa kampanye yang bersifat tematik dengan cara berdialog lebih efektif dilakukan selama ini karena berkaitan langsung, bahkan menerima aspirasi dari masyarakat.

Di sisa sembilan hari masa kampanye, ia menegaskan telah berusaha serta bekerja keras, dan menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT.

Pemilihan Presiden diselenggarakan pada 17 April 2019 dan diikuti dua pasangan calon, yaitu Jokowi-Ma’ruf Amin di nomor urut 01, serta Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di nomor urut 02. (Ant).

Berita Lainnya