sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Cara Jokowi dan Prabowo rayu ribuan pengusaha

Jokowi berpidato di hadapan 10.000 pengusaha, sedangkan Prabowo di depan 1.000 pebisnis yang mendeklarasikan dukungan.

Kudus Purnomo Wahidin Rakhmad Hidayatulloh Permana
Kudus Purnomo Wahidin | Rakhmad Hidayatulloh Permana Jumat, 22 Mar 2019 06:26 WIB
Cara Jokowi dan Prabowo rayu ribuan pengusaha

Jokowi berpidato di hadapan 10.000 pengusaha, sedangkan Prabowo di depan 1.000 pebisnis yang mendeklarasikan dukungan.

Kamis (21/3) malam ini, sepertinya menjadi momentum dukungan dari para pengusaha secara terbuka kepada kedua pasangan capres-cawapres. Siapa saja pengusaha pendukung kedua paslon, baca di sini.

Kedua paslon sama-sama berpidato di hadapan para pengusaha yang mendeklarasikan dukungan. Kurang dari 27 hari lagi, Pilpres 2019 akan digelar dan menentukan pemimpin Indonesia lima tahun ke depan.

Jokowi tak ditemani oleh pasangannya, Ma'ruf Amin. Sedangkan, Prabowo Subianto datang bersama cawapres Sandiaga Uno.

Jokowi pamer prestasi

Pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin mendapatkan deklarasi dukungan dari 10.000 pengusaha. Deklarasi Pengusaha Pekerja Pro Jokowi (KerJo) digelar di Istora Senayan Jakarta.

Jokowi mengakui pertumbuhan ekonomi Indonesia terbilang rendah. Hal itu disebabkan oleh kondisi ekonomi global yang belum membaik seiring perubahan landscape ekonomi dan politik dunia.

Sebagai negara besar, Jokowi menyebut Indonesia memiliki tantangan besar. Perbedaan-perbedaan yang ada di Tanah Air menurut Jokowi dapat menjadi kelemahan sekaligus kekuatan bangsa.

Sponsored

Negara dengan penduduk 268 juta orang menghuni 17.000 pulau itu ibarat sebuah kapal raksasa yang memerlukan nakhoda berpengalaman. 

Ibarat anak tangga, Jokowi mengisahkan saat dirinya memenangkan sebagai wali kota setelah sebelumnya bergulat di dunia bisnis. Tak tanggung-tanggung, dia terpilih dua periode. 

Kemudian dia mengadu keberuntungan di Ibu Kota dengan mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta. Dia berhasil menumbangkan calon petahana kala itu yang tak lama kemudian Jokowi melenggang ke istana menjadi presiden.

"Artinya, jangan diberikan (kepada orang) yang masih coba-coba. Setuju enggak? Itu yang saya maksud," kata Jokowi dalam pidatonya.

Menurut Jokowi, dalam lima tahun pemerintahannya, dia bersama Wapres Jusuf Kalla tengah membangun fondasi sebagai syarat pertumbuhan ekonomi yang baik dan berkualitas, yakni pembangunan infrastruktur.

Meski banyak yang meragukan, Jokowi mengaku tak bergeming. Bahkan, dia rajin mengecek proyek-proyek besar secara langsung hingga berkali-kali untuk memastikan program berjalan. Seperti Tol Trans Sumatera, Jokowi mengecek hingga delapan kali.

Targetnya, Tol Trans Sumatera akan menyambungkan Provinsi Lampung hingga Aceh sepanjang 2.400 kilometer. Secara bertahap, ruas Tol Trans Sumatera ditargetkan rampung pada 2024.

Jika pihak swasta protes atas penunjukkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jokowi tak mempermasalahkan. Sebab, dengan imbal hasil di bawah 10%, dia yakin swasta tidak akan berminat. 

Dia menantang swasta untuk turut membangun infrastruktur jika memang menguntungkan. BUMN ditunjuk oleh pemerintah lantaran mendapatkan suntikan modal dari Penyertaan Modal Negara (PMN).

Digenjotnya infrastruktur diakuinya telah sangat terlambat. Padahal, dulu saat Indonesia membangun Tol Jagorawi, negara-negara tetangga seperti Malaysia, Vietnam, Filipina, hingga China, belajar kepada Indonesia.

Hingga 2014, Indonesia baru memiliki jalan tol sepanjang 780 kilometer. Padahal, Malaysia telah memiliki jaringan tol 1.800 Km dan bahkan China 280.000 Km.

"Inilah yang ingin kita kejar. Namun memang membangun ini pasti ada pahit dan sakitnya. Tetapi inilah obat bagi ekonomi kita ke depan," kata dia.

Jokowi teringat saat menjadi Gubernur DKI Jakarta bersama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memutuskan untuk membangun Mass Rapid Transit (MRT). Setelah 30 tahun direncanakan, proyek MRT baru dimulai pada era Jokowi-Ahok.

Kerugian akibat kemacetan Jakarta saat Jokowi menjadi gubernur diperkirakan mencapai Rp65 triliun per tahun. Saat ini, kerugian akibat kemacetan diperkirakan mencapai Rp100 triliun per tahun. 

Hitungan secara makroekonomi, pembangunan MRT dapat menekan kerugian masyarakat akibat kemacetan. Pembangunan MRT ditargetkan akan mencapai 231 Km dengan biaya investasi Rp571 triliun.

Di sisi lain, Jokowi juga berjanji akan menurunkan pajak korporasi untuk meningkatkan daya saing produk ekspor. Jokowi ingin pajak tidak memberatkan pengusaha sembari mendorong agar mau berinvestasi dengan modal yang dimiliki.

"Saya juga pengusaha. Saya rasakan apa yang bapak ibu rasakan. Negara ini sebuah kapal besar. Tidak mungkin semua dikerjakan pada saat yang sama. Diputuskan dengan proses dan tahapan besar," paparnya.

Ke depan, Jokowi-Ma'ruf Amin akan berkonsentrasi dalam pembangunan Sumber daya manusia (SDM) sembari melanjutkan infrastruktur. Jokowi mengaku ada pergeseran strategi agar tak terjebak pada middle income trap.

Kunci agar tidak terjebak pada negara berpendapatan menengah adalah kesiapan infrastruktur, pembangunan SDM, dan reformasi struktural kelembagaan serta penyederhanaan aturan.

Tiga kartu andalan dipamerkan, yakni Kartu Indonesia Pintar (KIP) kuliah, Kartu Prakerja, dan kartu sembako murah. Ketiga kartu teranyar itu diklaim dapat mendorong pembangunan SDM.

Terakhir, Jokowi mengajak kepada seluruh masyarakat untuk berbondong-bondong datangi tepat pemungutan suara (TPS) pada 17 April 2019. Dia meminta agar tidak ada satu orang pun yang golput lantaran mencoblos dapat menentukan masa depan bangsa.

"Bapak dan ibu mau, memilih yang didukung oleh organisasi-organisasi yang itu? Saya enggak menyebut, tapi sudah tahu sendiri kan? Jangan takut ditakut-takuti. Tidak perlu takut karena kita dijaga oleh TNI dan Polri. Saya sudah perintahkan Panglima TNI dan Kapolri untuk menjaga proses demokrasi negara kita dijadikan contoh oleh negara-negara lain," kata Jokowi.

Prabowo pupuk harapan

Pada malam yang sama di tempat terpisah, capres Prabowo Subianto juga didaulat untuk berpidato di hadapan 1.000 pengusaha yang mendeklarasikan dukungan pada paslon nomor urut 02 itu.

Prabowo menyebut dukungan dari pengusaha dianggap strategis. Dia mengaku memutuskan untuk kembali berkontestasi di Pilpres 2019 lantaran didorong oleh kondisi perekonomian yang tidak jelas.

"Angka-angka yang keluar ternyata bagus-bagus. Ternyata di lapangan tidak. Sehingga, setelah pertimbangan lama, saya memutuskan untuk maju," kata Prabowo.

Dia mengakui, tak sedikit orang yang memiliki kapabilitas lebih baik ketimbang Prabowo. Namun, Prabowo berkukuh maju lantaran tak bisa menerima kondisi ekonomi yang tak berpihak pada rakyat.

"Saya dilahirkan sebagai kesatria. Saya lebih baik yang hancur daripada rakyat yang hancur," ujarnya.

Sejak berusia 18 tahun, Prabowo mengaku telah menandatangani kontrak setia kepada NKRI. Hingga usianya kini 68 tahun, dia tak pernah libur.

Bahkan, setelah dirinya memiliki putra semata wayang pun, masih berbakti pada negara. Sehingga, putra kesayangannya itu mengeluh lantaran tak pernah diperhatikan.

Untuk maju sebagai calon presiden, Prabowo ingin anak muda yang menjadi pendampingnya. Seperti ilmu panglima militer, pengganti dirinya itu harus lebih fit dan pintar.

Akhirnya, dia menemukan Sandiaga Uno. Prabowo telah meminta Sandi untuk bergabung sejak 2014. Dia menilai, cawapresnya akan berhadapan dengan dunia internasional, sehingga harus cakap berbahasa Inggris.

"Dan harus mapan biar tidak korupsi. Lalu, selain Sandi, saya minta Erwin (Aksa)," ungkapnya.

Dia tidak ingin banyak berbicara di depan para pengusaha yang mendukungnya. Prabowo hanya menginginkan agar Indonesia aman untuk semua.

Prabowo berjanji ingin melindungi semua ras dan suku yang ada di Indonesia. "Saya dituduh radikal, dan kemudian dituduh zionis, dan kemudian kristen. Terserah lah," kata dia.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra ini telah merancang kabinet jika dirinya terpilih. Orang-orang yang akan mengisi kursi menteri harus pintar, punya ahlak, dan muda, serta berpihak pada bangsa sendiri.

Prabowo berharap agar ekonomi Indonesia meningkat dari nomor 16 ke urutan lima terbesar dunia. Indonesia juga harus mampu memproduksi kapal, pesawat, mobil, dan lainnya. Jika dirinya meninggal kelak, Prabowo ingin melihat Indonesia dengan senyuman.

Sementara itu, Prabowo pun berkelakar. Kebiasaan pengusaha itu suka berpura-pura tak punya uang agar tidak dikejar-kejar petugas pajak. Tapi, jika politisi justru sebaliknya, pura-pura punya uang padahal miskin.

"Tapi kami jujur ini paket hemat. Jadi memang kita butuh banyak pengusaha karena kalian bisa menghidupi banyak orang. Kalian punya sumbangan belum jelas, kalau antum punya amplop lebih tinggi, saya bicara lebih baik lagi," kata dia.