sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

KIM, keluarga Jokowi, dan PDI-P di Pilwalkot Solo 2024

Saat ini, sudah ada dua kandidat yang potensial diusung jadi calon Wali Kota Solo.

Kudus Purnomo Wahidin
Kudus Purnomo Wahidin Jumat, 07 Jun 2024 12:02 WIB
KIM, keluarga Jokowi, dan PDI-P di Pilwalkot Solo 2024

Nama-nama kandidat di Pilwalkot Solo 2024 mulai mengerucut. Sejauh ini, sudah ada dua sosok yang potensial diusung, yakni petahana Wakil Walikota Solo sekaligus sekretaris DPC PDI-Perjuangan Kota Solo Teguh Prakosa dan Ketua DPD Golar Kota Solo, Sekar Krisnauli Tandjung. 

Teguh sudah mengantongi tiket maju di Pilwakot Solo dari PDI-Perjuangan sejak Mei 2024, sedangkan Sekar sudah resmi mendaftar sebagai bacalon di Golkar, Gerindra, Partai Solidaritas Indonesia (PSI), dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Sekar ialah putri putri politikus senior Golkar, Akbar Tandjung.

Putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kaesang Pangarep juga digadang bakal maju di Pilwalkot Solo 2024. Nama Ketua Umum PSI itu muncul sebagai salah satu kandidat pilihan warga Solo dalam survei yang digelar Solo Raya Polling, Maret lalu. Solo merupakan kota kelahiran Jokowi. 

Analis politik Citra Institute, Yusak Farchan menilai Pilwalkot Solo bakal jadi medan pertarungan antara PDI-P dan Koalisi Indonesia Maju, koalisi parpol pengusung Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka (Prabowo-Gibran) di Pilpres 2024. Tak tertutup kemungkinan Jokowi juga cawe-cawe dengan mengirimkan kandidat. 

Saat ini, Solo masih dipimpin Gibran, putra sulung Jokowi. Meski begitu, Yusak memandang PDI-P yang paling potensial memenangkan Pilwalkot Solo. Selain mendominasi parlemen, partai berlambang banteng itu juga punya sosok Teguh Prakoso yang berstatus sebagai petahana. 

"PDI-P jadi pemenang pemilu di Solo. Artinya, Solo tetap menjadi basis merah. Apalagi ada nama seperti Teguh Prakosa, Wakil Wali Kota Solo yang kemungkinan juga akan diusung oleh PDI-P," ucap Yusak kepada Alinea.id, Rabu (5/6).

Berbasis hasil Pileg 2024, dari 45 kursi yang tersedia, PDI-P mengantongi 20 kursi DPRD Kota Solo. Partai Keadilan Sejahtera bercokol di posisi kedua dengan 7 kursi, diekor PSI (5 kursi), Gerindra (5 kursi), Golkar (3) kursi, Partai Amanat Nasional (3 kursi), dan PKB (2 kursi). 

Tak seperti parpol lain, PDI-P tak perlu berkoalisi untuk mencalonkan kandidat di Pilwalkot Solo. Parpol anggota KIM--Golkar, Gerindra, PAN, dan PSI--harus berkoalisi untuk mencalonkan pasangan kandidat. 

Sponsored

Menurut Yusak, tak tertutup kemungkinan Jokowi "menurunkan" Kaesang di Pilwalkot Solo demi memastikan keberlanjutan kepemimpinan keluarga Jokowi di kota itu. Apalagi, PSI sedang naik daun di Solo. 

"Perlu diingat suara PSI di Solo cukup besar. Tetapi, sejauh ini PSI belum memunculkan kandidat karena Kaesang sendiri sepertinya akan lebih fokus di Pilkada DKI Jakarta," ucap Yusak. 

Sejauh ini, Yusak menilai Sekar bukan lawan sepadan bagi Teguh. Pilwalkot Solo, lanjut dia, baru akan seru dan dinamis jika Jokowi turut cawe-cawe.

"Bagaimanapun PDI-P berkepentingan mempertahankan basis, Kaesang mempertaruhkan nama Jokowi. Jadi, pertarungan akan sengit sekali," ucap Yusak.

Ia meyakini Teguh akan menang mudah di Pilwalkot Solo jika hanya berhadapan dengan Sekar. Pasalnya, Sekar belum terlalu dikenal publik Solo. 

"Durasi kampanye enggak akan cukup untuk memompa popularitas. Walaupun Akbar sendiri (poltikus) senior, tetapi tidak cukup mengakar di grassroot. Kalau Sekar mau mengalahkan Pak Teguh, memang harus kerja keras," ucap Yusak.

Analis politik dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Wasisto Raharjo Jati sepakat Pilwalkot Solo bakal jadi medan laga politik bagi PDI-P, KIM dan keluarga Jokowi. Menurut Wasisto, PDI-P bakal ngotot mengamankan kursi Wali Kota Solo supaya lepas dari bayang bayang keluarga Jokowi. 

"Pada kontestasi mendatang, residu pertarungan pada Pilpres 2024 sepertinya masih terasa terlebih pascamanuver dan keterpilihan Gibran sebagai cawapres. Namun, secara umum, akan berjalan dinamis, khususnya dalam pembentukan koalisi," ucap Wasisto kepada Alinea.id

Pemilu Solo jadi barometer politik nasional baru setelah Jokowi dan Gibran berjaya di pentas pilpres. Sebelum jadi presiden dan Gubernur DKI, Jokowi sempat mencicipi kursi Wali Kota Solo pada periode 2005-2012. 

 

Berita Lainnya
×
tekid