sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Menakar peluang Sandiaga Uno jadi capres pada 2024

Ada dua faktor yang dapat menjadi pertimbangan mengusung Sandi sebagai capres pada Pilpres 2024.

Marselinus Gual
Marselinus Gual Selasa, 08 Feb 2022 10:51 WIB
Menakar peluang Sandiaga Uno jadi capres pada 2024

Partai Gerindra belum menentukan calonnya pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Namun, salah seorang kadernya, Sandiaga Salahuddin Uno, digadang-gadang untuk maju.

Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga, berpendapat, tidak berlebihan apabila Sandi didorong maju sebagai calon presiden (capres) dari Partai Gerindra.

"Ada dua hal penyebabnya. Pertama, elektabilitasnya menunjukkan tren yang terus meningkat. Hal itu ditunjukkan dari hasil survei beberapa lembaga survei yang kredibel," katanya dalam keterangannya, Selasa (8/2).

Menurutnya, tren tersebut menunjukkan adanya dinamika dukungan yang positif terhadap Sandi. Dukungan masyarakat kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ini terus meningkat dari hari ke hari, padahal belum bersikap bahkan berkampanye untuk mencari simpati publik.

Berbeda dengan Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Jamiluddin mengakui, Menteri Pertahanan ini kerap menduduki peringkat satu soal elektabilitas.

Namun, dia mengingatkan, tingkat keterpilihan Prabowo cenderung menurun. Karenanya, ada peluang besar bagi Sandi untuk mendekat bahkan melampaui elektabilitas ketua umumnya jika terus menunjukkan kinerja yang baik sebagai pembantu Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Jamiluddin berpandangan, hal itu bisa terjadi karena pemilih muda bakal mendominasi pada Pilpres 2024. Para pemilih ini cenderung memilih orang muda, cerdas, dan tampil lebih informal. Kriteria tersebut dipenuhi Sandi daripada Prabowo.

Alasan kedua, Sandi masih memiliki jaringan yang kuat untuk mendukungnya. Jaringan ini terbentuk pada Pilpres 2019, yang saat itu maju sebagai calon wakil presiden (cawapres).

Sponsored

Dalam pengamatan Jamiluddin, jaringan tersebut tampaknya masih solid mendukung Sandi. Apabila mantan Wakil Gubernur Jakarta ini menyatakan siap maju sebagai capres, jaringannya bakal bergerak untuk meningkatkan elektabilitasnya.

"Sebagian relawan yang sudah muncul tampaknya bagian dari jaringan tersebut. Mereka sudah bergerak untuk mendongkrak elektabilitas Sandi," jelasnya.

Kendati demikian, Jamiluddin mengatakan, peluang Sandi nyapres tampaknya akan terganjal partainya. Sebab, petinggi Gerindra sudah berulang kali menegaskan, hanya bakal mengusung Prabowo.

Dengan demikian, peluang Sandi lebih besar sebagai cawapres apabila tetap ingin diusung Gerindra. Namun, hanya dapat terwujud jika ada partai lain yang mau berkoalisi.

Kemungkinan lain, kata Jamiluddin, Sandi keluar dari Gerindra dan mencari perahu di partai lain. Peluang ini berpeluang diambilnya apabila elektabilitasnya melampaui Prabowo dan tak diusung partainya.

"Namun, bila elektabilitas tetap di bawah Prabowo, peluang pindah partai tampaknya tidak akan dilakukan Sandi. Sebab, Sandi bukanlah tipe kader kutu loncat yang akan pindah partai hanya untuk kepentingan politik sesaat. Sandi termasuk kader yang loyal terhadap partainya. Dia hanya berpeluang pindah partai untuk nyapres bila ia merasa dizolimi oleh partainya," pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, menyebut, partainya belum memutuskan apakah Prabowo maju sebagai capres pada Pilpres 2024.

Wakil Ketua DPR ini menerangkan, penentuan calon yang akan diusung pada Pilpres 2024 nanti perlu melalui mekanisme forum di Partai Gerindra. "Dan kita akan tentukan apakah Pak Prabowo akan maju atau kemudian ada calon lain."

Dasco mengakui, banyak pihak mempertanyakan kesiapan Prabowo untuk mencalonkan diri. Namun, forum partailah yang menentukan apakah Prabowo kembali mencalonkan diri sebagi presiden atau tidak.

Berita Lainnya