logo alinea.id logo alinea.id

Retno Pinasti dan Zulfikar Naghi didaulat jadi pemandu debat

Retno adalah pembawa acara di Liputan 6 SCTV sedangkan Zulfikar Naghi merupakan presenter berita Indosiar.

Robi Ardianto
Robi Ardianto Senin, 25 Mar 2019 18:56 WIB
Retno Pinasti dan Zulfikar Naghi didaulat jadi pemandu debat

Retno Pinasti dan Zulfikar Naghi didaulat menjadi pemandu debat keempat Pilpres 2019. Keputusan itu diambil dalam rapat antara kubu Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf dan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi dan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI. 

"Pemilihan moderator karena berdasarkan peraturan perundang-undangan moderator itu dipilih berdasarkan kesepakatan antara TKN dan BPN," kata Komisioner KPU Wahyu Setiawan di Media Center KPU RI, Jakarta Pusat, Senin (25/3). 

Retno adalah pembawa acara di Liputan 6 SCTV sedangkan Zulfikar Naghi merupakan presenter berita Indosiar.

Direktur Program TKN Jokowi-Ma'ruf, Aria Bima mengatakan nama Retno dan Zulkifar merupakan kandidat yang telah dihimpun oleh BPN dan TKN dalam rapat pertama.

"Kami mengusulkan ada 4 nama, yang salah duanya adalah Retno Pinasti dan Zulfikar Naghi. Namun demikian, bukan berarti yang tidak kami sepakati tadi tidak profesional," katanya.

Direktur Relawan BPN Prabowo-Sandi, Ferry Mursyidan Baldan berharap Retno dan Zulfikar bisa meningkatkan kualitas debat. "Keduanya kami pandang mampu mengawal pelaksanaan proses debat," kata dia.

Debat keempat bakal digelar di Hotel Shangrila, Jakarta, 30 Maret 2019. Debat yang hanya bakal mempertemukan calon presiden Jokowi dan Prabowo itu bertema ideologi, pemerintahan, keamanan, dan hubungan internasional.

Panelis debat

Sponsored

Selain moderator, KPU juga telah memilih 9 panelis yang bakal merumuskan pertanyaan di debat keempat. "Ada sembilan (panelis). Insyaallah KPU akan melakukan FGD antara para panelis dan pihak lainnya," kata Wahyu 

Ke-9 panelis itu, yakni Direktur Pascasarjana IAIN Salatiga Zakiyuddin, pengajar fakultas teologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta J Haryatmoko SJ, Dekan FISIP Universitas Gadjah Mada Erwan Agus Purwanto, pengajar FISIP Universitas Indonesia Valina Singka Subekti, dan Sekjen Transparency International Indonesia Dadang Tri Sasongko. 

Selain itu, ada nama Direktur Eksekutif Imparsial Al Araf, Rektor Universitas Cenderawasih Apolo Safanpo, Direktur Centre for Strategic and Global Studies (CSGS) I Basis Eko Soesilo MA dan pengajar FISIP UI Kusnanto Anggoro.