logo alinea.id logo alinea.id

Ruhut: Ma'ruf Amin akan lebih banyak berbicara ekonomi

Dalam latihan sebelumnya Ma’ruf Amin lebih banyak berbicara di soal terorisme.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Jumat, 18 Jan 2019 01:15 WIB
Ruhut: Ma'ruf Amin akan lebih banyak berbicara ekonomi

Bekas politikus Partai Demokrat, Ruhut Sitompul, mengatakan calon wakil presiden dari nomor urut 01, KH Ma’ruf Amin akan lebih banyak bicara ketika debat berikutnya. Terutama soal tema mengenai ekonomi. 

“Di debat kedua nanti masalah ekonomi, Pak Kyai bukan hanya seorang ulama, tetapi juga seorang profesor doktor di ekonomi syariah,” kata Ruhut saat ditemui di Hotel Bidakara, Jakarta pada Kamis (17/1).

Ruhut mengatakan, memang dalam latihan sebelumnya Ma’ruf Amin lebih banyak berbicara di soal terorisme seperti dalam debat yang berlangsung. Pasalnya, terorisme berkaitan dengan agama yang pas dengan sosok Ma’ruf Amin.

Lebih lanjut, Ruhut menambahkan, rekam jejak Ma’ruf sebagai ulama lebih mengetahui seluk-beluk terorisme di Indonesia. Oleh karenanya, dalam debat perdana ini, porsi Ma’ruf Amin lebih banyak berbicara mengenai terorisme.

Selain itu, Putri kedua Presiden Abdurahman Wahid atau Gus Dur, Yenny Wahid, menambahkan meski  Ma’ruf Amin tak banyak berbicara dalam debat perdana. Namun, pembicaraan Ma’ruf Amin cukup menarik terkait persoalan disabilitas, yang hal tersebut bukanlah sesuatu yang sepele untuk diperbincangkan.

“Saya lihat ini bukan porsi yang kecil. Dan yang saya catat Kyai Ma’ruf bisa memberikan mengimbangi dan memberikan perspektif yang baik untuk menambahkan pernyataan Pak Jokowi,” kata Yenny.

Terkait gestur Jokowi yang selalu mempersilakan Ma’ruf Amin untuk memaparkan pendapatnya, Yenny meniliai hal itu sebagai bentuk penghormatan Jokowi kepada Ma’ruf untuk memberikan kesempatan berbicara.

Seperti diketahui, pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo dan Ma'ruf Amin serta calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno telah melakukan debat pilpres yang mengangkat tema hukum, HAM, korupsi dan terorisme.

Sponsored