logo alinea.id logo alinea.id

Survei CRC: Jokowi-Ma'ruf mendominasi pulau-pulau besar

Pasangan Jokowi-Ma'ruf juga menguasai pulau Jawa yang kerap menjadi kunci memenangi pilpres.

Annisa Rahmawati
Annisa Rahmawati Minggu, 10 Feb 2019 18:27 WIB
Survei CRC: Jokowi-Ma'ruf mendominasi pulau-pulau besar

Grafik elektabilitas kedua pasang capres-cawapres cenderung stagnan di papan survei Celebes Research Center (CRC). Direktur Eksekutif CRC Herman Heizer mengatakan, meskipun masih unggul telak, elektabilitas pasangan Jokowi-Ma'ruf turun.

Survei terbaru CRC menunjukkan Jokowi-Ma'ruf mengantongi 56,1% suara responden. Sedangkan pasangan Prabowo-Sandi dipilih 31,7% responden. Pada survei serupa yang digelar CRC September 2018 lalu, elektabiltas Jokowi-Ma'ruf sebesar 56,2% sedangkan Prabowo-Sandi sebesar 31,7%.

"Tren elektabilitasnya Prabowo naik 0,4%. Sebenarnya dari Oktober ke Januari tidak ada pergeseran signifikan. Kampanye pasangan calon tidak mengubah peta elektabilitas," ujar Herman saat memaparkan hasil survei di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Ahad (10/2).

Survei CRC digelar pada periode 23-31 Januari 2019 dengan melibatkan 1.200 responden. Metode yang digunakan multistage random sampling dengan teknik wawancara tatap muka menggunakan kuisioner. Tingkat kepercayaan sebesar 95% dan margin of error di kisaran 2,83%. 

Lebih jauh, Herman mengungkapkan, sigi CRC menunjukkan bahwa pasangan Jokowi-Ma'ruf mendominasi hampir semua pulau besar. Jokowi unggul di Papua (86,7%), Nusa Tenggara (81,7%), Sulawesi (60%), Maluku, Kalimantan (61,7%) dan Jawa (57,2%). 

Pasangan Prabowo-Sandi hanya unggul tipis di pulau Sumatera dengan raihan elektabilitas sebesar 44,8%. Jokowi-Maruf hanya dipilih oleh 37,6% responden asal Sumatera. Sisanya menjawab tidak tahu atau tidak menjawab. 

Mayoritas responden CRC berasal dari Pulau Jawa atau total sebanyak 55,8%. Jika dibandingkan dengan hasil survei CRC pada September 2018, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf di pulau dengan jumlah pemilih terbesar itu naik sebesar 5%. 

Di lain kubu, Prabowo-Sandi yang dipilih 30,5% responden elektabilitasnya turun 1,5%. Namun demikian, angka undecided voters dan swing voters di Jawa masih tergolong besar, yakni sekitar 12,2%. 

Sponsored

"Ini masih proses karena kadang-kadang suka berubah, (misalnya) kalau ada isu (tertentu) itu biasanya bisa mengubah persepsi masyarakat terhadap kedua kandidat," ujar Herman. 

Survei CRC juga merekam loyalitas para pemilih. Di kubu Jokowi-Ma'ruf sebanyak 48,8% menyatakan hampir tidak mengubah pilihannya sedangkan di kubu Prabowo-Sandi sebanyak 27,3% menyatakan sudah mantap dengan pilihan mereka. 

Namun demikian Herman mengatakan, masih ada sejumlah faktor yang memungkikan preferensi pemilih bergeser, semisal tawaran program yang lebih baik (40,4%), paslon yang tersangkut masalah hukum (10,3%), politik uang (6,6%), blusukan ke desa (5,1%) atau ikut organisasi (2,9%).

Politikus Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan, hasil survei menunjukkan bahwa publik menilai roda pemerintahan di bawah kepemimpinan Jokowi berjalan cukup baik. "Karena datanya elektabilitas di atas 50%," ujar dia. 

Lebih jauh, Bamsoet menyarankan agar Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi fokus menawarkan program-program ketimbang saling hujat di ruang publik. Pasalnya, angka swing voters dan undecided voters masih cukup tinggi. 

"Pemilih bisa memengaruhi pilihannya dengan menawarkan program yang baik. Tapi, yang terjadi saling hujat dan serang yang tidak bermutu. Harus mulai diubah kampanyenya," ujar dia.