close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Ilustrasi Papua/Alinea.id.
icon caption
Ilustrasi Papua/Alinea.id.
Peristiwa
Kamis, 02 Juli 2026 22:43

Ekonomi kreatif dinilai jadi jalan baru pembangunan Papua

Puspolrindo menilai dorongan ekonomi kreatif Papua perlu diperkuat dengan pendampingan, akses modal, dan pasar berkelanjutan.
swipe

Pusat Studi Politik dan Pemerintahan Indonesia (Puspolrindo) memberikan apresiasi sekaligus catatan strategis terhadap langkah Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk yang mendorong penguatan produk ekonomi kreatif di Papua. Strategi ini dinilai sebagai langkah tepat untuk menggeser paradigma pembangunan Papua agar tidak lagi sekadar bergantung pada eksploitasi sumber daya alam.

Direktur Eksekutif Puspolrindo, Yohanes Oci, menyatakan bahwa masa depan kesejahteraan Papua yang berkelanjutan berada di tangan masyarakatnya sendiri melalui pengembangan produk lokal bernilai ekonomi tinggi.

“Langkah Wakil Menteri Dalam Negeri tentu sangat baik untuk mendorong produk ekonomi kreatif Papua. Saya menilai ini langkah yang tepat, sebab pembangunan Papua tidak cukup jika hanya mengandalkan investasi berskala besar atau eksploitasi sumber daya alam. Masa depan Papua harus dibangun dari kekuatan masyarakatnya sendiri melalui pengembangan produk lokal yang bernilai ekonomi tinggi,” ujar Yohanes, kepada Alinea.id.

Ia menambahkan, produk-produk kreatif Papua memiliki potensi besar untuk dijadikan ikon daerah di masa depan. Namun, ia mengingatkan agar strategi diversifikasi ekonomi tersebut tidak berhenti sebagai agenda seremonial.

“Strategi diversifikasi ekonomi seperti ini sangat efektif apabila tidak berhenti pada kegiatan festival atau promosi saja. Yang lebih penting adalah pendampingan berkelanjutan, peningkatan kualitas produk, kemudahan akses permodalan, penguatan pemasaran, hingga terbukanya akses pasar bagi masyarakat Papua ke depan,” lanjut Yohanes.

Lebih lanjut, Puspolrindo melihat kebijakan afirmatif pada sektor ekonomi kreatif memiliki dampak domino yang besar terhadap struktur sosial-ekonomi masyarakat lokal, terutama dalam menekan ketergantungan pada sektor ekstraktif seperti pertambangan.

“Kebijakan seperti ini berpotensi menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan keluarga, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap sektor ekstraktif,” jelasnya.

Menurut Yohanes, inklusivitas pembangunan di Papua hanya akan tercipta apabila aktor-aktor lokal diberikan ruang utama untuk menggerakkan roda ekonomi daerah.

“Ketika masyarakat adat, perempuan, dan generasi muda Papua diberi ruang untuk mengembangkan usaha berbasis potensi lokal, maka pembangunan akan tumbuh dari bawah dan menjadi lebih inklusif serta berkelanjutan,” tegas Yohanes.

img
Purnomo Dwi
Reporter
img
sat
Editor

Tag Terkait

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan