Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan melakukan pembicaraan telepon dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Senin (9/3) untuk membahas perkembangan terbaru di kawasan, termasuk insiden rudal yang memasuki wilayah udara Turki.
Dalam percakapan tersebut, Erdogan menegaskan bahwa pelanggaran wilayah udara Turki tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.
“Pelanggaran wilayah udara Turki tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun,” kata Erdogan kepada Pezeshkian dilansir dari Middle East Monitor (MEM), Rabu (11/3).
Ia juga menambahkan bahwa Turki akan terus mengambil semua langkah yang diperlukan untuk menghadapi hal tersebut
Pembicaraan itu terjadi setelah Kementerian Pertahanan Turki menyatakan sebuah rudal balistik yang ditembakkan dari Iran dan sempat memasuki wilayah udara Turki berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara NATO di kawasan Mediterania Timur.
Sebelumnya, pada Rabu pekan lalu, kementerian juga melaporkan insiden serupa ketika sebuah amunisi balistik yang diluncurkan dari Iran melewati Suriah dan Irak sebelum diarahkan ke wilayah udara Turki. Rudal tersebut berhasil diintersepsi dan dinetralisir oleh unit pertahanan udara dan rudal NATO yang ditempatkan di kawasan tersebut.
Dalam percakapan tersebut, Erdogan juga menegaskan bahwa Turki ikut terdampak oleh konflik regional meskipun bukan pihak yang terlibat langsung. Ia mengatakan Turki tidak menyetujui tindakan militer yang melanggar hukum terhadap Iran maupun serangan Iran ke negara lain di kawasan.
Menurut Erdogan, menargetkan negara-negara yang dianggap bersahabat di kawasan bukanlah langkah yang menguntungkan pihak manapun. Ia menegaskan bahwa tindakan seperti itu harus dihentikan.
Erdogan juga menekankan pentingnya membuka kembali jalur diplomasi untuk meredakan ketegangan. Turki, kata dia, terus berupaya aktif membantu mendorong dialog diplomatik di kawasan Timur Tengah.
Dalam percakapan telepon itu, Erdogan juga menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Khamenei dan berharap pengangkatan putranya, Mojtaba Khamenei, sebagai pemimpin tertinggi Iran yang baru dapat membawa stabilitas dan perdamaian di kawasan.
Sementara itu, Presiden Iran Pezeshkian mengatakan bahwa rudal yang memasuki wilayah udara Turki bukan berasal dari Iran. Ia menyatakan otoritas Iran akan melakukan penyelidikan menyeluruh terkait insiden tersebut.