close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Selat Hormuz. Foto: google maps.
icon caption
Selat Hormuz. Foto: google maps.
Peristiwa
Selasa, 05 Mei 2026 16:46

Korea Selatan selidiki kebakaran kapal di Selat Hormuz, Trump tuding Iran pelaku utama

Korsel selidiki kebakaran kapal HMM Namu di Selat Hormuz. Trump tuding Iran, ketegangan jalur energi global makin meningkat.
swipe

Pemerintah Korea Selatan akan menyelidiki penyebab ledakan dan kebakaran yang terjadi pada kapal kargo HMM Namu di Selat Hormuz, Senin (5/5). Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan kawasan. Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuding Iran berada di balik serangan tersebut

“Penyebab pasti kecelakaan akan diketahui setelah kapal ditarik dan tingkat kerusakannya dinilai,” demikian pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Korea Selatan, dikutip dari Channel News Asia, Selasa (5/5).

Kapal berbendera Panama bernama HMM Namu itu diketahui dioperasikan perusahaan pelayaran dari Korea Selatan. Dilansir dari BBC, saat ledakan terjadi kondisi kapal tersebut dalam kondisi kosong dan berlabuh. Pemerintah memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut dan api telah berhasil dipadamkan.

Juru bicara perusahaan pelayaran HMM mengatakan seluruh 24 awak kapal masih berada di atas kapal. Ia menjelaskan kebakaran bermula dari ruang mesin, sementara rekaman kamera pengawas menunjukkan api berhasil dikendalikan.

Meski penyebab kebakaran belum dipastikan, perusahaan manajemen risiko maritim asal Inggris, Vanguard, menyebut otoritas akan menyelidiki kemungkinan kerusakan akibat serangan, ranjau laut hanyut, atau benda eksternal lainnya.

Insiden ini memicu respons cepat dari Kementerian Kelautan dan Perikanan Korea Selatan. Pemerintah meminta kapal-kapal Korea Selatan di sekitar Selat Hormuz berpindah ke lokasi yang lebih aman, sembari terus berkoordinasi dengan perusahaan pelayaran dan kapal-kapal yang masih tertahan di kawasan tersebut.

Sejauh ini, pemerintah Korea Selatan mencatat ada 26 kapal berbendera Korea Selatan yang masih terjebak di sekitar Selat Hormuz.

Di sisi lain, Trump melalui platform Truth Social menuding Iran telah melepaskan tembakan ke arah kapal tersebut dan sejumlah target lain di tengah operasi AS untuk membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Trump juga mengisyaratkan agar Korea Selatan mempertimbangkan bergabung dalam koalisi maritim yang dipimpin AS guna mengawal kapal-kapal yang tertahan di jalur strategis tersebut.

Namun, pemerintah Korea Selatan belum memberikan tanggapan resmi terkait pernyataan Trump. Sebelumnya, Seoul menyatakan akan mempertimbangkan secara hati-hati permintaan AS untuk mengirim kapal angkatan laut, mengingat langkah tersebut memerlukan persetujuan legislatif.

Ketegangan di Selat Hormuz terus menjadi perhatian global karena jalur ini merupakan salah satu rute energi paling vital di dunia, yang mengalirkan sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair global.

img
Haidhar Ali Faqih
Reporter
img
sat
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan