close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian. Foto Instagram @titokarnavian.
icon caption
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian. Foto Instagram @titokarnavian.
Peristiwa
Senin, 26 Januari 2026 19:25

Pemulihan pascabencana di Sumbar, Sumut, dan Aceh kian progresif

Sejumlah daerah di Sumatera Barat, Sumut, dan Aceh telah kembali normal atau mendekati normal pascabencana.
swipe

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menegaskan bahwa upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di berbagai wilayah Sumatera menunjukkan kemajuan yang positif dan terukur.

Kerja kolaboratif lintas kementerian, lembaga, pemerintah daerah, serta unsur TNI dan Polri dinilai telah membuahkan hasil nyata di sejumlah daerah terdampak di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.

“Banyak kemajuan yang sudah kita capai dalam memulihkan wilayah-wilayah terdampak di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat,” ujar Tito dalam Rapat Koordinasi Satgas di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Senin (26/1).

Di Provinsi Sumatera Barat, dari 19 kabupaten/kota yang sempat terdampak bencana, sebanyak 16 wilayah terdampak langsung. Hingga kini, lima daerah telah kembali pada kondisi normal, yakni Kabupaten Solok Selatan, Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Kota Payakumbuh, dan Kabupaten Pesisir Selatan.

Sementara itu, enam daerah lainnya telah memasuki fase mendekati normal, meliputi Kota Solok, Kepulauan Mentawai, Kota Padang, Kota Pariaman, Kabupaten Lima Puluh Kota, dan Kabupaten Pasaman Barat.

Sejumlah wilayah lain masih menjadi perhatian khusus. Namun, perbaikan infrastruktur dasar seperti jembatan, sekolah, rumah ibadah, pasar, dan fasilitas umum terus dipercepat. Pemulihan layanan dasar—mulai dari listrik, internet, SPBU, air bersih, hingga distribusi gas LPG—juga dilakukan secara bertahap. Normalisasi sungai di beberapa titik menjadi bagian penting dari upaya pemulihan sekaligus mitigasi bencana ke depan.

Di Provinsi Sumatera Utara, progres pemulihan juga menunjukkan percepatan signifikan. Dari 18 kabupaten/kota terdampak, lima daerah telah kembali normal, yakni Kota Medan, Kabupaten Nias, Kabupaten Langkat, Kabupaten Asahan, dan Kabupaten Batu Bara.

Sebanyak 11 kabupaten/kota lainnya telah berada pada tahap mendekati normal. Meski masih terdapat wilayah yang memerlukan perhatian khusus, seperti Tapanuli Tengah dan Tapanuli Utara, aktivitas pemerintahan, layanan kesehatan, pendidikan, serta kegiatan ekonomi masyarakat secara umum telah kembali berjalan.

Sementara itu, di Provinsi Aceh, proses pemulihan membutuhkan kerja yang lebih intensif. Dari 18 kabupaten/kota terdampak, satu daerah telah pulih sepenuhnya, sementara sembilan daerah lainnya berada pada fase mendekati normal.

Di wilayah dataran tinggi seperti Bener Meriah, Gayo Lues, dan Aceh Tengah, akses jalan yang sempat terputus kini mulai terbuka melalui pembangunan jembatan sementara, sehingga distribusi logistik kembali berjalan. Pemerintah juga memberikan perhatian khusus pada penguatan stok pangan.

“Daerah-daerah ini perlu kita perkuat stok logistik hingga tiga bulan sebagai langkah antisipasi,” tegas Tito.

Sementara itu, di wilayah dataran rendah seperti Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, dan Pidie Jaya, pembersihan endapan lumpur terus dilakukan secara masif dengan melibatkan ribuan personel TNI, Polri, sekolah kedinasan, dan masyarakat.

Secara umum, layanan dasar masyarakat di wilayah terdampak terus menunjukkan perbaikan. SPBU telah kembali beroperasi, distribusi energi distabilkan, layanan air bersih dan gas LPG berangsur normal, serta aktivitas pemerintahan di hampir seluruh daerah telah kembali berjalan.

Normalisasi sungai di berbagai wilayah juga menjadi perhatian utama sebagai bagian dari upaya pemulihan dan mitigasi risiko bencana ke depan.

“Contoh penyelesaian persoalan sungai ada di Tapanuli Tengah. Sungai itu dikerok dan dibuatkan tanggul pada sebelah kanan dan kirinya,” jelas Tito.

Dengan tren pemulihan yang terus menguat, pemerintah optimistis rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatera akan berlangsung berkelanjutan hingga kehidupan masyarakat benar-benar kembali pulih dan bergerak normal.

img
Tim copywriter
Reporter
img
sat
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan