close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Tito Karnavian meminta praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) bekerja keras membersihkan lumpur yang masih memenuhi lingkungan pemukiman warga di Aceh Tamiang, Aceh.
icon caption
Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Tito Karnavian meminta praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) bekerja keras membersihkan lumpur yang masih memenuhi lingkungan pemukiman warga di Aceh Tamiang, Aceh.
Peristiwa
Sabtu, 04 April 2026 20:15

Kasatgas PRR Tito: Praja IPDN, mari kerja keras bersihkan Aceh Tamiang

731 praja IPDN pada gelombang ketiga yang diterjunkan di Aceh Tamiang akan difokuskan pada kegiatan pembersihan lumpur di rumah warga, drainase, dan jalan desa.
swipe

Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Tito Karnavian meminta praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) bekerja keras membersihkan lumpur yang masih memenuhi lingkungan pemukiman warga di Aceh Tamiang, Aceh.

Hal itu disampaikan Tito saat memimpin apel pembukaan Praktik Kerja Lapangan (PKL) gelombang ketiga Praja Pratama IPDN di Istana Benua Raja, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu (4/4/2026).

Tito mengatakan, sebanyak 731 praja IPDN pada gelombang ketiga yang diterjunkan di Aceh Tamiang akan difokuskan pada kegiatan pembersihan lumpur di rumah warga, drainase, dan jalan desa. Kegiatan pembersihan lumpur pada gelombang tiga merupakan bagian dari upaya percepatan pemulihan lingkungan pascabencana.

Tito menekankan, para praja IPDN yang diterjunkan pada gelombang ketiga untuk sigap membersihkan sisa lumpur di Aceh Tamiang. Hal itu pun telah dilakukan praja IPDN yang diterjunkan pada gelombang pertama dan kedua.

"Target utamanya adalah menyelesaikan persoalan yang masih terkena lumpur, ada yang sudah mengeras, termasuk situs sejarah (Istana Benua Raja),” katanya dalam siaran pers.

Tito menjelaskan, pembersihan lumpur itu dilakukan di permukiman dan drainase karena dampak banjir yang membawa endapan hingga 5 meter (m). Masalah ini menjadi salah satu yang terberat di Aceh Tamiang. Adapun praja IPDN pada gelombang pertama diterjunkan untuk menghadapi lokasi penanganan bencana yang cukup berat karena diterjunkan pada fase awal pemulihan. 

Tugas utama mereka adalah pembersihan lumpur di wilayah perkantoran pemerintahan karena berhenti total akibat terdampak bencana. Pada gelombang kedua, praja IPDN yang diterjunkan berfokus pada pembersihan lumpur di wilayah lingkungan masyarakat serta fasilitas umum dan fasilitas sosial lain. 

Tito menambahkan, praja IPDN yang diterjunkan pada gelombang ketiga ditargetkan membersihkan 42 titik selama sebulan yang terdiri dari 10 rumah, 22 drainase, 7 jalan, serta 3 fasilitas sosial dan fasilitas umum.

Jika target selesai dalam waktu kurang dari sebulan, praja IPDN akan dialihkan ke titik lain yang masih penuh lumpur di lingkungan permukiman masyarakat.

"Kalau lebih cepat, mereka akan digeser ke tempat lainnya yang memerlukan bantuan," tuturnya.

Pada kesempatan itu, Tito mengingatkan para praja IPDN untuk menjaga nama baik institusi serta memanfaatkan masa penugasan di Aceh Timang sebagai ruang pembelajaran nyata ilmu pemerintahan.

Sebagai informasi, kunjungan Tito Karnavian ke Aceh Tamiang merupakan bagian dari rangkaian agenda penerjunan praja IPDN gelombang ketiga serta meninjau progres rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh Tamiang.

Pada kesempatan tersebut, turut hadir Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri (Kemendagri) Safrizal ZA, Rektor IPDN Halilul Khairi, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi, dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-Kabupaten Aceh Tamiang.

img
Sahputra
Reporter
img
Sahputra
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan