close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Rapat koordinasi dan audiensi antara Satgas PRR dengan Yayasan Kitabisa di Posko Nasional Satgas PRR, Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Senin (20/7/2026).
icon caption
Rapat koordinasi dan audiensi antara Satgas PRR dengan Yayasan Kitabisa di Posko Nasional Satgas PRR, Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Senin (20/7/2026).
Peristiwa
Kamis, 23 Juli 2026 18:40

Satgas PRR dan Kitabisa perkuat kolaborasi pulihkan wilayah terdampak bencana

Pertemuan tersebut menjadi forum sinkronisasi program dan pertukaran data guna memastikan pelaksanaan kegiatan pemerintah serta inisiatif filantropi berjalan selaras dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat terdampak.
swipe

Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera (Satgas PRR) terus memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah terdampak bencana. Melalui penyelarasan data, pembagian peran, dan koordinasi yang terpadu, setiap program pemerintah maupun mitra diharapkan saling melengkapi sehingga pemulihan dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran.

Komitmen tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi dan audiensi antara Satgas PRR dengan Yayasan Kitabisa di Posko Nasional Satgas PRR, Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Senin (20/7/2026). Pertemuan tersebut menjadi forum sinkronisasi program dan pertukaran data guna memastikan pelaksanaan kegiatan pemerintah serta inisiatif filantropi berjalan selaras dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat terdampak.

Dalam kesempatan itu, Yayasan Kitabisa memaparkan pengalaman sebagai platform penggalangan dana digital yang telah memfasilitasi donasi lebih dari Rp6 triliun. Untuk penanganan bencana di Aceh, yayasan tersebut telah menghimpun dana sekitar Rp74 miliar dengan dukungan lebih dari 2.000 fundraiser dan bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam penyediaan dapur umum serta layanan air bersih.

Selain itu, melalui program Ekspedisi Kitabisa, yayasan menjalankan berbagai kegiatan pemulihan, antara lain penyediaan air bersih, layanan psikososial, edukasi kebencanaan, pembangunan ruang komunal, sekolah, serta rencana pembangunan empat jembatan di sejumlah wilayah prioritas. Yayasan juga memiliki dukungan armada operasional berupa ambulans, kendaraan pendukung, serta jejaring key opinion leader untuk memperluas edukasi dan informasi kepada masyarakat.

Ketua Tim Data Posko Satgas PRR Kolonel Inf. Tamimi Hendra Kesuma mengatakan Satgas PRR mendorong seluruh mitra pembangunan menyelaraskan program dengan pemerintah agar setiap intervensi saling menguatkan dan tidak terjadi tumpang tindih pelaksanaan di lapangan.

Satgas PRR juga mengarahkan agar prioritas program bersama tetap difokuskan pada kebutuhan masyarakat yang paling mendesak, termasuk pembangunan hunian tetap (huntap) dan infrastruktur seperti jembatan yang spesifikasinya disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Pendekatan tersebut diharapkan mampu mempercepat pemulihan sekaligus meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat terdampak.

Sebagai tindak lanjut, Satgas PRR bersama Yayasan Kitabisa akan melakukan koordinasi lanjutan melalui para koordinator wilayah untuk menyinkronkan data lokasi serta rencana pelaksanaan program. Langkah ini dilakukan agar seluruh kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan saling melengkapi dengan program yang telah maupun sedang dilaksanakan pemerintah.

“Koordinasi lanjutan dengan korwil dan PIC wilayah akan dilakukan untuk menyinkronkan data lokasi serta kebutuhan di lapangan agar pelaksanaan program dapat berjalan selaras dengan program pemerintah daerah maupun kementerian dan lembaga,” tulis Tamimi dalam laporan kegiatannya. 

Pada tahap awal, Yayasan Kitabisa akan memfokuskan pelaksanaan program di wilayah Aceh, ltermasuk Desa Sikundo, Kecamatan Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat. Selain melakukan pemetaan ulang terhadap rencana kegiatan, yayasan juga akan mengoptimalkan armada pendukung untuk memperkuat pelaksanaan program pemulihan di lapangan.

Kolaborasi antara pemerintah, elemen masyarakat sipil, dunia usaha, dan akademisi merupakan bagian penting dalam mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Melalui koordinasi yang kuat, penyelarasan data yang akurat, serta pembagian peran yang jelas, setiap program diharapkan saling memperkuat sehingga pemulihan berlangsung lebih cepat, tepat sasaran, transparan, dan berkelanjutan.

img
Tim copywriter
Reporter
img
Tim copywriter
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan