close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Penanganan banjir susulan di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, dilakukan melalui penyaluran bantuan langsung sekaligus pemetaan kerusakan dan kebutuhan pemulihan. Foto istimewa
icon caption
Penanganan banjir susulan di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, dilakukan melalui penyaluran bantuan langsung sekaligus pemetaan kerusakan dan kebutuhan pemulihan. Foto istimewa
Peristiwa
Rabu, 14 Oktober 2026 17:26

Satgas PRR salurkan bantuan dan petakan dampak banjir susulan di Aceh Tamiang

Banjir yang melanda pada Minggu (11/10/2026) malam mengakibatkan sekitar 650 kepala keluarga di 12 lokasi terdampak. Tim Satgas PRR berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang untuk memutakhirkan data mengenai masyarakat terdampak, pengungsian, kerusakan infrastruktur, serta kebutuhan penanganan lanjutan.
swipe

Penanganan banjir susulan di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, dilakukan melalui penyaluran bantuan langsung sekaligus pemetaan kerusakan dan kebutuhan pemulihan. Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menerjunkan tim untuk memastikan kebutuhan masyarakat tertangani dan program rehabilitasi yang sedang berjalan tetap terlindungi.

Banjir yang melanda pada Minggu (11/10/2026) malam mengakibatkan sekitar 650 kepala keluarga di 12 lokasi terdampak. Tim Satgas PRR berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang untuk memutakhirkan data mengenai masyarakat terdampak, pengungsian, kerusakan infrastruktur, serta kebutuhan penanganan lanjutan.

“Kami ditugaskan Kasatgas untuk memantau situasi pascabanjir susulan, termasuk sektor yang terdampak, korban jiwa, pengungsian, perkiraan kerugian, dan kebutuhan lainnya,” kata Ketua Tim Monitoring dan Evaluasi khusus Satgas PRR di Aceh Tamiang, Kolonel Lek Dedy Sehabudin di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, Selasa (13/10/2026).

Tim juga berkoordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk mengevaluasi langkah penanganan yang telah dilakukan serta mengidentifikasi damoak banjir susulan. Peninjauan mencakup proyek jalan, jembatan, dan infrastruktur lain yang sedang dikerjakan kementerian dan lembaga dalam rangka pemulihan Aceh Tamiang.

“Kami juga memeriksa apabila terdapat pembangunan jembatan atau jalan yang terkendala maupun kembali terdampak oleh banjir terakhir,” ujar Dedy.

Bersamaan dengan peninjauan tersebut, Kasatgas PRR menyerahkan bantuan senilai Rp80 juta untuk membantu masyarakat terdampak. Bantuan disampaikan secara simbolis oleh Dedy kepada Datuk Penghulu Kampung Marlempang, Kecamatan Bendahara, untuk mendukung penguatan kebutuhan logistik warga.

Satgas PRR juga menyalurkan 650 paket perlengkapan dapur melalui BPBD Aceh Tamiang. Bantuan tersebut diharapkan membantu keluarga terdampak memenuhi kebutuhan dasar dan memulai kembali aktivitas rumah tangga setelah banjir.

“Ini adalah titipan dari Kasatgas untuk membantu meringankan dampak banjir susulan. Bantuan ini menjadi bukti komitmen pemerintah pusat dalam pemulihan bencana, khususnya banjir di Aceh Tamiang,” kata Dedy.

Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Tamiang Syuibun Anwar mengatakan pemerintah daerah terus memperbaiki tanggul yang rusak untuk mengurangi dampak luapan Sungai Tamiang. Penanganan tanggul menjadi bagian penting untuk melindungi permukiman sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat menghadapi hujan berikutnya.

“Terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Satgas PRR yang begitu peduli terhadap Aceh Tamiang. Bantuan yang diberikan ini dapat meringankan beban pemerintah daerah,” ujar Syuibun.

Datuk Penghulu Kampung Marlempang Hanif Pradana turut berharap perbaikan darurat dapat dilanjutkan dengan pembangunan tanggul permanen. Infrastruktur tersebut dibutuhkan agar masyarakat tidak terus menghadapi risiko yang sama setiap kali debit Sungai Tamiang meningkat.

img
Tim copywriter
Reporter
img
Tim copywriter
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan