close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Kasatgas PRR Tito Karnavian ingin memastikan penyintas bencana Kabupaten Aceh Tamiang tidak terlampau lama menjalani hidup getir pascabencana.
icon caption
Kasatgas PRR Tito Karnavian ingin memastikan penyintas bencana Kabupaten Aceh Tamiang tidak terlampau lama menjalani hidup getir pascabencana.
Peristiwa
Minggu, 05 April 2026 19:34

Tito Karnavian temui penyintas bencana di Aceh Tamiang

Kasatgas PRR Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian mengatakan, datang langsung ke Desa Sekumur, karena ingin memastikan penyintas bencana di lokasi yang berjarak puluhan kilometer dari pusat pemerintahan Kabupaten Aceh Tamiang itu tidak terlampau lama menjalani hidup getir pascabencana.
swipe

Suasana pertemuan di lokasi bencana Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, berubah menjadi ruang sambung rasa antara para penyintas banjir dan longsor dengan Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian.

Pada Sabtu (4/4/2026) sore, sekitar 200 penyintas berkumpul sederhana di atas tikar, menyimak langsung penjelasan Tito dan rombongan yang baru tiba di lokasi. Di sela pemaparan mengenai percepatan pemulihan, warga bergantian menyampaikan keluhan. Mulai dari sulitnya akses air bersih hingga belum adanya tempat tinggal yang layak sejak bencana banjir menerjang pada akhir November tahun lalu.

“Pak, tolong kalau bisa segera dibuatkan sumur bor. Air bersih sudah sangat sulit. Rumah kami juga banyak yang hilang,” ujar Mijah, salah satu penyintas.

Dengan suara bergetar, Deri, ibu dua anak, juga menyampaikan harapannya. Ia meminta adanya fasilitas sanitasi serta percepatan pemulihan ekonomi warga yang hingga kini masih lumpuh.

“Harapan kami, akses jalan yang sulit juga bisa diperbaiki. Program pemulihan kampung kami mohon dipercepat,” katanya.

Sebelumnya, Deri dan Mijah sempat pesimistis. Lokasi Desa Sekumur yang terpencil dan sulit dijangkau membuat mereka ragu pemerintah akan datang langsung melihat kondisi di lapangan.

Namun, keraguan itu berubah menjadi harapan ketika rombongan Satgas PRR yang dipimpin Tito benar-benar hadir di tengah mereka.

“Kami tidak menyangka Bapak Mendagri bisa sampai ke sini. Aksesnya sulit dan jauh. Tetapi ternyata beliau datang langsung. Alhamdulillah kondisi kami bisa dilihat dari dekat,” kata Mijah.

Kesempatan tersebut dimanfaatkan warga untuk menyampaikan aspirasi, termasuk permintaan pembangunan hunian tetap (huntap) secara komunal. Aspirasi itu langsung mendapat respons positif.

“Saya sudah sampaikan kebutuhan kami soal air bersih dan huntap. Rasanya lega, meskipun belum tahu kapan direalisasikan, tapi setidaknya sudah didengar,” ujarnya.

Tito menjelaskan, kehadirannya di Desa Sekumur bertujuan memastikan penyintas di wilayah yang berjarak puluhan kilometer dari pusat pemerintahan tidak terlalu lama hidup dalam keterbatasan pascabencana.

Ia juga menegaskan, kebutuhan utama warga, seperti sumur bor untuk air bersih dan pembangunan huntap, akan ditindaklanjuti. Mayoritas warga, kata Tito, memang membutuhkan hunian komunal yang lebih aman, mengingat lokasi sebelumnya berada di kawasan rawan banjir akibat luapan sungai.

img
Sahputra
Reporter
img
Sahputra
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan