Presiden Donald Trump menyatakan Amerika Serikat akan mulai mengawal kapal-kapal asing netral keluar dari Selat Hormuz mulai Senin waktu Timur Tengah. Langkah tersebut disebut sebagai bentuk kemanusiaan bagi negara-negara yang terdampak konflik tanpa terlibat langsung.
Melansir Anadolu Ajansi, Senin (4/5), Trump mengatakan sejumlah kapal dari berbagai negara meminta bantuan setelah terjebak di jalur pelayaran tersebut. Ia pun menginstruksikan perwakilannya untuk menyampaikan bahwa AS akan menggunakan upaya terbaik guna mengamankan kapal beserta awaknya keluar dari wilayah yang dibatasi.
Inisiatif itu diberi nama “Project Freedom”, Trump menyebut banyak kapal yang terjebak mulai kehabisan logistik, termasuk makanan dan kebutuhan penting bagi awak kapal.
“Pergerakan kapal ini semata-mata untuk membebaskan orang, perusahaan, dan negara yang tidak melakukan kesalahan apa pun—mereka adalah korban keadaan,” kata Trump.
Ia menambahkan, langkah ini dilakukan demi kebaikan Iran, Timur Tengah, dan Amerika Serikat, serta memperingatkan bahwa segala bentuk gangguan terhadap misi tersebut akan ditangani dengan tegas.
Di sisi lain, Trump juga mengungkapkan bahwa perwakilan AS tengah melakukan pembicaraan yang disebutnya sangat positif dengan Iran dan berpotensi menghasilkan kesepakatan yang baik bagi semua pihak. Namun hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari Teheran terkait rencana pengawalan kapal tersebut.
Pernyataan itu muncul di tengah sikap Trump yang tetap menolak proposal Iran untuk mengakhiri perang. Dalam wawancara dengan media Israel, ia menegaskan bahwa proposal tersebut tidak dapat diterima.
Meski demikian, utusan khusus AS Steve Witkoff menyebut komunikasi antara kedua pihak masih berlangsung.
“Kami masih dalam pembicaraan,” ujarnya.
Media Iran melaporkan bahwa Teheran telah mengajukan respons 14 poin terhadap proposal AS melalui mediator Pakistan. Sementara itu, situs Axios menyebut Washington juga telah mengirimkan draf perjanjian terbaru sebagai balasan.
Konflik yang sempat memanas sebelumnya telah mereda setelah gencatan senjata yang dimediasi Pakistan pada awal April, dan kemudian diperpanjang tanpa batas waktu. Upaya perundingan lanjutan masih berlangsung meski belum mencapai kesepakatan final.