close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Pope Leo XIV. Foto: Edgar Beltrán/The Pillar.
icon caption
Pope Leo XIV. Foto: Edgar Beltrán/The Pillar.
Peristiwa
Selasa, 14 April 2026 16:54

Trump kritik keras Paus Leo XIV usai kecam perang AS-Iran

Trump melontarkan kritik keras kepada Paus Leo XIV usai kecaman terhadap perang AS-Iran, menyebutnya liberal dan tidak bekerja dengan baik.
swipe

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan kritik keras terhadap Paus Leo XIV terkait perang di Iran pada Minggu (12/4). Trump menyebut pemimpin Gereja Katolik itu tidak melakukan pekerjaan dengan baik dan menilainya sebagai sosok yang “sangat liberal”.

Trump menyampaikan kritik tersebut saat berbicara kepada wartawan setelah perjalanan kembali dari Florida menuju Washington.

“Saya bukan penggemar Paus Leo,” ujar Trump seperti dikutip dari Inquirer, Selasa (14/4).

Pernyataan itu muncul setelah Paus Leo mengkritik konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel dengan Iran. Dalam pernyataannya, Paus Leo menyinggung adanya "delusion of omnipotence” atau ilusi kekuasaan yang berlebihan yang memicu perang, meski tidak menyebut Trump secara langsung.

Menanggapi hal tersebut, Trump menuliskan kritiknya terhadap Paus Leo pada Truth Socialnya dengan mempertanyakan sikap Paus dalam isu keamanan global, khususnya terkait senjata nuklir Iran.

“Paus Leo lemah terhadap kejahatan, dan buruk dalam kebijakan luar negeri,” tulis Trump dalam Social Truth.

Ia juga menambahkan bahwa Paus yang menganggap senjata nuklir Iran bukan lah sebuah masalah merupakan paus yang tidak layak.

“Saya tidak ingin Paus yang menganggap tidak masalah Iran memiliki senjata nuklir.” tambah Trump.

Di sisi lain, Paus Leo tetap konsisten mengkritik perang dan menegaskan bahwa kekerasan bertentangan dengan nilai keagamaan. Dalam doa di Basilika Santo Petrus, ia menyatakan bahwa Tuhan tidak berpihak pada pihak yang berperang.

“Tuhan tidak mendengarkan doa mereka yang berperang, tetapi menolaknya,” ujar Paus.

Mengutip Kitab Yesaya, Paus juga menegaskan, “Sekalipun kamu banyak berdoa, Aku tidak akan mendengarkan tanganmu penuh darah.”

Sikap Paus ini juga terlihat saat Trump sebelumnya mengancam akan melakukan serangan besar terhadap Iran. Pernyataan tersebut disebut Paus sebagai sesuatu yang “benar-benar tidak dapat diterima.”

Kritik Trump juga menyinggung sikap Paus terhadap kebijakan luar negeri Amerika Serikat, khususnya terkait intervensi di Venezuela. Melalui media sosial Truth Social, Trump menilai Paus tidak seharusnya mengkritik langkah yang diambil pemerintah AS dalam menghadapi ancaman narkotika.

“Saya tidak ingin Paus yang menganggap buruk ketika Amerika menyerang Venezuela, negara yang mengirimkan banyak narkoba ke Amerika Serikat,” tulis Trump. 

Trump juga menegaskan bahwa kebijakan yang diambilnya merupakan mandat dari rakyat Amerika.

“Saya tidak ingin Paus yang mengkritik Presiden Amerika Serikat karena saya melakukan persis apa yang dipilih rakyat, dengan kemenangan telak,” tambah Trump.

Dalam unggahan tersebut Trump bahkan menyindir bahwa Paus Leo terpilih karena faktor kebangsaan.

“Jika saya tidak berada di Gedung Putih, Leo tidak akan berada di Vatikan, menggunakan akal sehat, berhenti melayani kelompok kiri radikal, dan fokus menjadi Paus yang hebat, bukan politisi,” lanjut Trump. 

Dalam pernyataan lanjutan kepada wartawan, Trump kembali melontarkan kritik terhadap Paus Leo dan meragukan kinerjanya sebagai pemimpin Gereja Katolik.

“Saya rasa dia tidak melakukan pekerjaan dengan baik. Mungkin dia menyukai kejahatan,” ujarnya.

img
Haidhar Ali Faqih
Reporter
img
sat
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan