Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengklaim telah memperoleh keuntungan besar dari sektor minyak Venezuela setelah operasi militer AS yang menggulingkan mantan Presiden Nicolas Maduro awal tahun ini.
Dalam wawancara bersama Fox News usai kunjungannya ke China, Jumat (16/5), Trump mengatakan operasi militer AS di Venezuela berlangsung sangat cepat dan berhasil melumpuhkan pemerintahan Maduro hanya dalam hitungan menit.
“Saya membangun militer terkuat di dunia selama empat tahun pertama masa jabatan saya dan itu terlihat di Venezuela,” kata Trump.
Trump mengklaim operasi untuk menggulingkan Maduro hanya berlangsung “48 menit dan 13 detik” sebelum akhirnya berakhir sepenuhnya. Ia menggambarkan Venezuela sebagai negara dengan kekuatan militer besar, namun menurutnya situasi berubah sangat cepat setelah AS melancarkan operasi tersebut.
“Ngomong-ngomong, kami telah menghasilkan banyak keuntungan dari minyak mereka,” ujar Trump, seraya mengklaim Venezuela juga memperoleh lebih banyak pendapatan dalam delapan bulan terakhir dibandingkan 10 tahun sebelumnya.
Selain membahas Venezuela, Trump turut menyinggung kondisi Cuba. Ia menyebut Kuba sebagai “negara yang benar-benar gagal” dan mengisyaratkan bahwa Havana pada akhirnya akan bergantung kepada AS.
“Saya pikir mereka akan datang kepada kami,” kata Trump.
Trump juga menyinggung bantuan kemanusiaan senilai US$100 juta atau sekitar Rp1,7 triliun yang sebelumnya diumumkan AS untuk Kuba. Menurutnya, pemerintah Kuba menerima bantuan tersebut karena membutuhkan dukungan dari AS.
“Mereka menerima bantuan itu. Mereka menginginkan bantuan. Mereka membutuhkan pertolongan,” tambahnya.