Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, mengungkapkan bahwa perhatian Amerika Serikat terhadap Ukraina mulai berkurang karena fokus beralih ke konflik Iran. Hal ini berdampak pada keterlambatan dukungan militer untuk Kyiv.
Melansir The Times of India, Rabu (15/4), dalam wawancara dengan penyiar publik Jerman ZDF, Zelensky menyoroti kesibukan negosiator AS yang kini lebih banyak terlibat dalam isu Timur Tengah. Ia menyebut tokoh seperti Steve Witkoff dan Jared Kushner tidak lagi memberikan perhatian penuh pada Ukraina dan terus-menerus terlibat dalam pembicaraan dengan Iran.
Zelensky juga menilai pendekatan Amerika Serikat terhadap Rusia masih terlalu lunak dan belum memberikan tekanan signifikan kepada Presiden Rusia. Menurutnya, hal ini dapat memengaruhi dinamika perang yang masih berlangsung.
“Jika Amerika Serikat tidak memberikan tekanan pada Putin dan hanya terlibat dalam dialog yang lembut dengan Rusia, maka mereka tidak akan lagi merasa takut,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa upaya perundingan damai yang dimediasi AS kini mengalami kebuntuan sejak konflik Iran pecah pada 28 Februari. Negosiator Rusia dan Ukraina bahkan belum kembali bertemu sejak Februari di Jenewa.
Selain itu, Zelensky menyoroti keterlambatan pengiriman bantuan militer dari Amerika Serikat yang kini menjadi persoalan serius bagi Ukraina. Ia menekankan bahwa kondisi ini sangat berpengaruh terhadap kekuatan pertahanan udara negaranya.
“Jika perang berlanjut, akan ada lebih sedikit senjata untuk Ukraina. Ini sangat penting, terutama untuk material pertahanan udara,” kata Zelensky.
Dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Norwegia, Jonas Gahr Store, Zelensky mengungkapkan bahwa keterlambatan pengiriman tersebut berdampak pada pasokan rudal pencegat PAC-3 dan PAC-2.
“Sejak awal perang di Timur Tengah, kami sudah memahami akan ada tantangan,” kata Zelensky.
Ia juga menggambarkan kondisi Ukraina saat ini berada dalam situasi sulit akibat distribusi bantuan yang tidak berjalan lancar.
“Pengiriman bantuan kini berjalan ‘lambat’ dan menciptakan ‘posisi yang sangat sulit’ bagi Ukraina,” tambah Zelensky.
Dalam pertemuan tersebut, Ukraina dan Norwegia sepakat memperkuat kerja sama pertahanan melalui penandatanganan deklarasi bersama. Salah satu bentuk konkret kerja sama itu adalah rencana produksi drone Ukraina di Norwegia.
Sebelumnya, Zelensky juga melakukan kunjungan ke Berlin untuk bertemu Kanselir Jerman, Friedrich Merz guna membahas dukungan lanjutan terhadap Ukraina. Kedua negara turut menyepakati kemitraan strategis di bidang pertahanan.