Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha menyatakan Presiden Volodymyr Zelensky siap bertemu langsung dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Turki dalam upaya mengakhiri perang yang masih berlangsung.
Pernyataan tersebut disampaikan Sybiha saat menghadiri Antalya Diplomacy Forum (ADF) 2026. Melansir Anadolu Ajansi, Senin (20/4), Sybiha mengatakan Ukraina telah mengajukan permintaan resmi kepada Turki untuk memfasilitasi pertemuan tingkat tinggi tersebut.
“Kami telah mengajukan kepada Turki kemungkinan menggelar pertemuan di tingkat presiden. Kami siap untuk itu,” ujar Sybiha.
Ia menegaskan bahwa Ukraina memiliki komitmen kuat untuk mengakhiri konflik dan telah menyiapkan sejumlah proposal yang dinilai dapat mempercepat proses perdamaian.
“Kami ingin mengakhiri perang ini. Kami memiliki proposal yang efektif untuk mempercepat proses perdamaian,” lanjutnya.
Menurut Sybiha, Turki memiliki peran penting dalam diplomasi global dan berpotensi menjadi mediator kunci dalam konflik Rusia-Ukraina. Ia bahkan menyebut kemungkinan keterlibatan Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam pertemuan tersebut.
Namun, ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada sinyal kesiapan dari pihak Rusia untuk melakukan dialog langsung.
“Satu-satunya masalah adalah Putin yang saat ini belum menunjukkan kesiapan,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Sybiha juga menyoroti hubungan bilateral Ukraina dan Turki yang terus berkembang, baik di bidang politik maupun ekonomi.
Ia menyebut kedua negara memiliki kerja sama strategis yang kuat, termasuk dalam sektor pertahanan dan perdagangan.
“Turki adalah negara NATO dengan salah satu militer terkuat. Ukraina juga kini memiliki kekuatan militer yang signifikan. Ini menjadi dasar kerja sama yang erat,” jelasnya.
Sybiha menambahkan bahwa nilai perdagangan antara Ukraina dan Turki mengalami peningkatan signifikan. Pada 2025, nilai perdagangan kedua negara tumbuh hampir 40% dibandingkan tahun sebelumnya.
Meski demikian, ia menilai masih terdapat potensi besar yang belum dimanfaatkan secara maksimal.
Selain itu, Ukraina juga membuka peluang kerja sama dalam format baru, termasuk kolaborasi trilateral dengan negara lain di kawasan.
Menurut Sybiha, langkah tersebut dapat memperluas pengaruh dan memperkuat posisi Ukraina dalam kerja sama regional.
Di tengah upaya diplomasi tersebut, Ukraina berharap Turki dapat memainkan peran lebih besar dalam mendorong tercapainya perdamaian.
Sybiha menegaskan bahwa keterlibatan Turki diharapkan mampu mempercepat proses negosiasi dan membuka jalan menuju penyelesaian konflik yang lebih stabil.