close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Ilustrasi bendera Rusia
icon caption
Ilustrasi bendera Rusia
Peristiwa
Kamis, 16 Juli 2026 12:54

Rusia ancam pasukan Eropa di Ukraina jadi target militer sah

Rusia memperingatkan pasukan Eropa yang tergabung dalam "coalition of the willing" di Ukraina akan menjadi target militer sah jika benar-benar dikerahkan.
swipe

Rusia memperingatkan bahwa pasukan Eropa yang tergabung dalam "coalition of the willing" yang ditempatkan di Ukraina akan dianggap sebagai sasaran militer yang sah. Moskwa menilai pengerahan pasukan tersebut merupakan bentuk campur tangan asing yang dapat meningkatkan ancaman terhadap keamanan Rusia.

Coalition of the willing sendiri merupakan koalisi sejumlah negara pendukung Ukraina yang dipimpin Inggris dan Prancis. Koalisi ini dibentuk untuk menyiapkan jaminan keamanan bagi Ukraina, termasuk kemungkinan pengerahan pasukan setelah tercapainya kesepakatan damai dengan Rusia.

Dilansir dari Anadolu Ajansi, Kamis (16/7), Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova menegaskan bahwa Rusia menolak kehadiran kontingen militer asing di Ukraina

"Dalam konteks ini, kami ingin kembali menegaskan bahwa penempatan kontingen militer apa pun dari apa yang disebut coalition of the willing di Ukraina tidak dapat diterima bagi negara kami," kata Zakharova dalam konferensi pers di Moskwa.

Zakharova menilai pengerahan pasukan tersebut pada dasarnya merupakan bentuk intervensi asing yang akan memperbesar ancaman terhadap Rusia.

"Ini, saya tegaskan sekali lagi, secara de facto merupakan intervensi asing dan meningkatkan ancaman terhadap keamanan Rusia. Unit-unit tersebut akan kami anggap sebagai target militer yang sah," ujarnya.

Selain menyoroti rencana pengerahan pasukan, Zakharova juga menyebut pengiriman senjata dari negara-negara Barat masih menjadi salah satu hambatan utama dalam penyelesaian konflik di Ukraina.

Ia mengutip pernyataan mantan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell yang sebelumnya mengatakan konflik dapat berakhir dalam hitungan hari atau pekan apabila Eropa menghentikan pasokan senjata ke Ukraina.

"Jika negara-negara Barat benar-benar ingin mengakhiri konfrontasi yang menguras sumber daya para pembayar pajak mereka sendiri, mereka hanya perlu menghentikan pasokan senjata kepada rezim Kyiv," kata Zakharova.

Ia juga mendesak negara-negara Eropa untuk berhenti menggunakan narasi perdamaian apabila tetap mendukung pengiriman persenjataan ke Ukraina.

"Berhentilah bersembunyi di balik pembicaraan tentang perdamaian dan akui secara terbuka bahwa yang mereka inginkan hanyalah agresi," ujarnya.

Zakharova turut menuduh senjata yang dipasok Barat telah digunakan untuk menyerang warga sipil Rusia. Menurut dia, sebagian senjata tersebut juga diduga telah masuk ke peredaran ilegal.

"Kasus-kasus seperti itu telah didokumentasikan. Senjata-senjata tersebut diduga tidak hanya muncul di Eropa, tetapi juga di Amerika Latin, Afrika, dan Timur Tengah," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Zakharova juga mengkritik latihan militer Polandia di dekat perbatasan Rusia dan Belarus pada 13-14 Juli. Ia menilai latihan tersebut mencerminkan upaya Warsawa memperkuat posisinya sebagai pemimpin Eropa Timur sekaligus benteng utama NATO di kawasan timur.

Pernyataan Zakharova disampaikan setelah Presiden Prancis Emmanuel Macron mengemukakan rencana pengerahan pasukan dari coalition of the willing ke Ukraina sebagai bagian dari upaya memberikan jaminan keamanan bagi Kyiv apabila tercapai kesepakatan damai dengan Rusia.

img
Haidhar Ali Faqih
Reporter
img
sat
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan