sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Amien Rais duga Moeldoko kudeta Demokrat ada 'kedipan lurah'

Inisiator Partai Ummat itu tak merinci sosok 'lurah' yang dimaksudnya dalam video tersebut.

Achmad Rizki
Achmad Rizki Minggu, 14 Mar 2021 19:53 WIB
Amien Rais duga Moeldoko kudeta Demokrat ada 'kedipan lurah'

Amien Rais menilai, Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko berani melakukan kudeta Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat tanpa dukungan dari sosok yang disebutnya sebagai 'lurah'.

"Peristiwa Moeldoko, saya tidak mencampuri partai lain, tapi khusus Moeldoko, ini sesuatu yang luar biasa, saya tidak yakin Moeldoko seberani itu tanpa kedipan dari 'lurah' kita itu," kata Amien seperti yang dikutip dalam video yang diunggah di akun YouTube resminya Amien Rais Official, Minggu (14/3).

Namun, inisiator Partai Ummat itu tak merinci sosok 'lurah' yang dimaksudnya dalam video tersebut. Amien lantas mengkritik sikap dari Presiden Joko Widodo (jokowi) yang belum menyatakan sikapnya terkait dualisme kepengurusan Partai Demokrat sampai saat ini.

Mantan Ketua Umum PAN itu juga menyinggung, sudah banyak yang meminta Jokowi agar Moeldoko segera dicopot dari jabatannya sebagai Kepala Staf Presiden.

"Pihak yang tadinya mendukung Pak Jokowi, mengatakan tolong itu cepat dilepas dari jabatan KSP itu, supaya tidak mengotori rezim Jokowi," kata Amien.

Meski demikian, Amien pesimistis bila Jokowi akan bersikap terkait dugaan keterlibatan Moeldoko dalam kudeta Partai Demokrat tersebut. Pasalnya, hubungan Jokowi dengan Mantan Panglima TNI itu sangat dekat.

"Saya kira kalau seseorang dengan asisten sudah sangat dekat itu sudah saling menutup, saling dukung sehingga kalau satu jatuh temannya juga akan jatuh, jadi memang dilema politik dan moral yang luar biasa," kata dia.

Diketahui, Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Deli Serdang, Sumatra Utara menetapkan Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.

Sponsored

Kini, kepengurusan Partai Demokrat terpecah menjadi dua kubu. Di sisi lain, kubu Demokrat di bawah kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) juga mengklaim masih memegang kepengurusan yang sah.

Berita Lainnya