sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Beda pendapat Prabowo dan Sandi soal janji kenaikan gaji guru Rp20 juta

Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno membenarkan pernyataan PKS Mardani Ali Sera yang berjanji menaikkan gaji guru hingga Rp20 juta.

Sukirno Soraya Novika
Sukirno | Soraya Novika Rabu, 21 Nov 2018 20:39 WIB
Beda pendapat Prabowo dan Sandi soal janji kenaikan gaji guru Rp20 juta

Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno membenarkan pernyataan PKS Mardani Ali Sera yang berjanji menaikkan gaji guru hingga Rp20 juta.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang juga juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Mardani Ali Sera, mengusulkan gaji guru dinaikkan hingga Rp20 juta. Sandiaga tak membantah janji tersebut.

"Secara umum Paslon Prabowo-Sandiaga memang serius dengan niat meningkatkan kesejahteraan guru di Indonesia. Kami ingin membuat pekerjaan guru sebagai pahlawan tanpa tanda jasa itu mendapat kompensasi yang layak dan dengan begitu bisa menarik lebih banyak talenta terbaik ke bidang pendidikan," ujar Sandi setelah mengisi acara Indonesia Economic Forum 2018 di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Rabu (21/11).

Akan tetapi, untuk besaran gaji hingga senilai Rp20 juta, Sandiaga Uno belum mau mengonfirmasi secara pasti.

"Jumlah besarannya berapa sedang kita hitung sehingga tidak memberatkan beban APBN. Dengan 20% jumlah yang dikhususkan untuk pendidikan kita mestinya bisa mengelola dengan lebih baik dan mendapatkan kebijakan yang lebih memberikan kesejahteraan kepada guru-guru," tambahnya.

Tak hanya itu, Sandiaga Uno menyampaikan bahwa wacana pemberian status kejelasan kepada guru honorer pun turut dipertimbangkan.

"Jadi yang diungkapkan Pak Mardani Ali Sera itu sebagai salah satu pemikiran kami bersama bagaimana meningkatkan kesejahteraan guru sekaligus soal bagaimana guru-guru honorer sekarang kita tingkatkan kepastian daripada status mereka," tutupnya.

Prabowo justru bantah

Sponsored

Saat bersamaan, calon presiden Prabowo Subianto justru membantah janji kenaikan gaji guru tersebut. "Kenaikan ini, kenaikan itu, uang dari mana?" ujarnya.

Kenaikan gaji guru, sambungnya, diperkirakan akan menambah belanja negara. Sehingga, kemungkinan akan berakibat pada penambahan utang. "Kita utang terus, tiap hari utang kita Rp1 triliun," urainya.

Saat kampanye di Garut (17/11), Prabowo memang menyoroti rendahnya gaji guru, polisi, dan TNI. Menurut dia, gaji seorang guru, polisi, dan tentara relatif sangat kecil.

"Lalu kenapa gaji guru, polisi, TNI, jaksa, dan hakim itu kecil? Karena uang kita dicuri, kekayaan kita diambil dirampas, ditaruh di luar negeri, dan tidak berada di dalam negeri," kata dia.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Kalau ini jawaban saya. Kalau kalian pilih yang mana? #emakemak #millenial

A post shared by Sandiaga Salahuddin Uno (@sandiuno) on



Sumber : Antara