logo alinea.id logo alinea.id

Ciptakan hoax, Ratna Sarumpaet minta maaf ke Prabowo

Ratna Sarumpaet mengakui kesalahannya telah menyebarkan berita hoaks kepada masyarakat. Bahkan dia mengaku menjadi pencipta hoax terbaik.

Robi Ardianto
Robi Ardianto Rabu, 03 Okt 2018 17:45 WIB
Ciptakan hoax, Ratna Sarumpaet minta maaf ke Prabowo

Ratna Sarumpaet mengakui kesalahannya telah menyebarkan berita hoaks kepada masyarakat. Bahkan dia mengaku menjadi pencipta hoax terbaik, sampai menghebohkan semua negeri. 

Sambil menangis Ratna bercerita, kebohongan tersebut bermula setelah dia melakukan sedot lemak pipi kiri di REIS Bina Estetika milik dr. Sidik Setiamihardja. Saat dia bangun dari tidur ternyata mukanya sudah terlihat bengkak secara berlebihan.

Wanita yang cukup banyak menggeluti dunia teater itu melanjutkan, kemudian setibanya di rumah dia ditanyakan oleh anaknya penyebab mukanya yang bengkak itu. 

Dengan bodohnya, dia mengakui hal tersebut karena dipukul oleh sejumlah orang. Awalnya, isu kebohongan tersebut selama seminggu hanya untuk asumsi di keluarga. 

"Jawaban pendek itu dalam satu minggu ke depannya terus dikorek (oleh anaknya), karena namanya juga anak, melihat muka ibunya lebam, (mereka penuh tanda tanya)," katanya. 

Nyatanya, semakin melebar dan banyak menjadi asumsi publik. Lebih bodoh lagi, kata dia, saat Fadli Zon sampai ke rumahnya pun dia menceritakan kebohongan yang sama. 

"Saya tidak tahu kenapa, saya terjebak dalam kebodohan sepeti ini," kata Ratna di rumahnya. 

Dia menapik adanya kepentingan politik dalam membuat skenario yang telah membuat ramai media sosial dan pemberitaan di Indonesia itu. 

Sponsored

Cerita tersebut semakin berkembang, sehingga membawa dia kepada ketua tim pemenangan Prabowo-Sandi, Djoko Santoso, hingga ke Prabowo Subianto

"Bahkan di depan pak Prabowo, orang yang saya perjuangkan, orang yang saya cita-citakan memimpin bangsa ini ke depan, (juga) mengorek apa yang terjadi kepada saya. Bahkan saat itu saya juga masih melakukan kebohongan itu," katanya. 

Terakhir, sampai keluar lapangan Polo, Hambalang, Sentul, Jawa Barat dia masih tetap terdiam. Membiarkan cerita tersebut bergulir dengan semua cerita kebohongan itu. 

Dia mengaku, meski di Lapangan Polo  sebetulnya masih ada rasa bersalah, hanya belum ada kekuatan untuk mencegah kebohongan tersebut bergulir. 

"Jadi tidak ada penganiayaan. itu hanya cerita khayal yang diberikan entah oleh setan mana ke saya," katanya. 

Prabowo Subianto, Djoko Santoso, dan Amien Rais, menanggapi serius kasus Ratna Sarumpaet. (Antara Foto).

Meminta maaf kepada Prabowo

Dalam kesempatan itupun, dia meminta maaf kepada calon presiden Prabowo Subianto. Yang menurutnya, telah melakukan pembelaan kepadanya saat jumpa pers beberapa waktu lalu. 

"Saya tidak sanggup melihat sahabat-sahabat saya, membela saya dalam pertemuan yang digelar di Cikini," katanya. 

Hingga akhirnya, dia memanggil keluarganya dan meminta maaf atas kebohongan yang telah dilakukannya. 

"Saya panggil anak-anak saya. Saya minta maaf kepada mereka dan meminta maaf kepada orang-orang yang membantu saya di rumah ini," katanya. 

Maka itu, dirinya memohon maaf kepada Prabowo Subianto yang dengan tulus membela dirinya dan membela kebohongan yang telah dibuatnya. Begitupun, kepada politisi senior PAN Amien Rais yang juga telah mendengar kebohongannya. 

"Saya minta maaf kepada teman-teman seperjuangan di koalisi 02, sekarang ini saya melukai hati kalian. Sekarang ini saya membuat kalian marah. Demi Allah saya tidak berniat seperti itu dan saya harap Tuhan memberikan kekuatan pada kita semua agar kejadian ini tidak mempengaruhi perjuangan kita," katanya sembari berurai air mata.