logo alinea.id logo alinea.id

Kantor DPP Golkar dijaga polisi, kubu Bamsoet pindahkan pleno

Kubu Bamsoet menggelar rapat pleno untuk mengevaluasi kinerja Golkar di Pileg dan Pilpres 2019.

Cantika Adinda Putri Noveria
Cantika Adinda Putri Noveria Rabu, 04 Sep 2019 17:24 WIB
Kantor DPP Golkar dijaga polisi, kubu Bamsoet pindahkan pleno

Kader-kader Partai Golkar loyalis Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengelar rapat pleno mengevaluasi kinerja Golkar dalam Pileg dan Pilpres 2019. Politikus Golkar Yorrys Raweyai mengatakan, rapat tersebut bakal dipimpin oleh Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu Jawa dan Kalimantan Nusron Wahid. 

"Peserta yang ada peserta yang sudah memenuhi kuorum. Kemudian, (rapat) menunggu Ketua Umum (Golkar Airlangga Hartarto). Kalau enggak datang, mereka punya hak (melakukan rapat pleno evaluasi)," kata Yorrys saat dihubungi wartawan di Jakarta, Rabu (4/9).

Awalnya, rapat pleno direncanakan digelar di Kantor DPP Partai Golkar di Jalan Anggrek Neli Murni, Slipi, Jakarta Barat. Namun, rapat tersebut terpaksa dipindahkan ke Hotel Sultan, Jakarta Selatan. Pasalnya, kantor DPP Golkar dijaga ketat belasan personel kepolisian. 

Selain Nusron, menurut Yorrys, rapat pleno juga bakal dihadiri Nurdin Halid, Indra Bambang Utoyo, dan Robert Kardinal. "Mereka semua merupakan anggota pengurus harian Partai Golkar," kata dia. 

Dalam rapat pleno, Yorrys mengatakan, terbuka kemungkinan para peserta rapat membahas waktu pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) Golkar. "Bisa orang mengusulkan. Melihat dinamika internal partai yang sekarang ini kemudian mengusulkan (membahas munas di rapat pleno)," tuturnya. 

Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily membantah Golkar bakal menggelar pleno. Menurut dia, saat ini Golkar hanya baru merencanakan rapat pada koordinator bidang (korbid). Rapat akan membahas capaian masing-masing bidang di pemilu. 

"Program kerja apa saja yang sudah berhasil dilaksanakan dan pengaruhnya terhadap elektoral Partai Golkar dalam Pemilu 2019 yang lalu. Hasil dari rapat korbid ini akan dikompilasi sebagai bahan laporan DPP Partai Golkar," ujar dia. 

Suhu politik di internal Golkar saat ini terus memanas. Sebelumnya, Bamsoet menuding Airlangga Hartarto membiarkan DPP Golkar menjadi sarang preman dan tempat perjudian. Ia pun mengklaim loyalisnya dilarang masuk ke DPP. (Ant)

Sponsored