sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Fahri: Jokowi untung secara elektoral jika datang ke Reuni 212

“Saya yakin Pak Jokowi akan diberi kesempatan berbicara jika datang ke Reuni 212."

Kudus Purnomo Wahidin
Kudus Purnomo Wahidin Jumat, 30 Nov 2018 14:36 WIB
Fahri: Jokowi untung secara elektoral jika datang ke Reuni 212

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Fahri Hamzah, mengatakan Presiden Joko Widodo bakal diuntungkan secara elektoral jika datang ke acara Reuni 212 yang akan berlangsung di silang Monas, Jakarta, pada Minggu, 2 Desember 2018.

“Kalau dia (Jokowi) pasti akan dapat keuntungan, karena artinya dia menolak asumsi kalau acara itu dikuhususkan untuk mendukung salah satu calon,” kata Fahri Hamzah saat ditemui di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta pada Jumat (30/11).

Menurut Fahri, Jokowi tak perlu khawatir dengan massa aksi Reuni 212. Berkaca pada aksi 212 tahun sebelumnya, Fahri Hamzah yakin massa aksi Reuni 212 akan memberikan kesempatan bagi Jokowi untuk berbicara. 

“Saya yakin Pak Jokowi akan diberi kesempatan berbicara. Yang alumni 212 soalnya kan Pak Jokowi, bukan Prabawo. Jadi, ambil ini sebagai kesempatan. Sebab, sepertinya Prabowo tidak datang. Maka ambil kesempatan ini ajak mereka mikirin negara juga,” ujarnya.

Lebih lanjut, Fahri mengatakan, agar orang-orang di lingkaran Jokowi tidak menakut-nakuti orang nomor satu itu, sehingga membuat Jokowi tidak berniat datang ke acara tersebut. Jika terjadi demikian, kata Fahri, maka akan merugikan Jokowi sendiri.

“Di sekitar Jokowi itu banyak orang yang suka bikin takut Pak Jokowi. ‘Jangan pak, jangan pak’. Datang saja. Jangan tegang,” ujar Fahri.

Namun sebaliknya, Fahri mengatakan, apabila benar Jokowi datang ke aksi tersebut, maka Jokowi akan banyak mendapatkan keuntungan secara politis.

Meski Fahri membaca signal ketidakhadiran Prabowo di Reuni 212, namun sebetulnya Fahri juga berharap Prabowo Subianto bias hadir. Di Reuni itulah, Fahri berharap kedua kandidat bisa saling berpelukan. 

Sponsored

“Saya minta Pak Jokowi dan Pak Prabowo bias hadir. Santai saja, kan pesan dari pertemuannya adalah persatuan. Saya usul Pak Jokowi dan Pak Prabowo lalu Pak Sandi dan Pak Ma’ruf datang dan silakan berpelukan menjelang pemilu damai. Jadi, ada makna positif,” kata Fahri. 

Menurut Fahri, aksi massa Reuni 212 janganlah dipandang negatif. Sebab, kegiatan mobilisasi massa esok bukanlah bentuk kampanye politik. Sebaliknya, kata Fahri, Reuni 212 harus dipandang positif sebagai upaya persatuan bangsa.  

“Jadi positif saja. Ini bukan momen politik. Harus dipandang positif, bahwa perbedaan itu harus tetap membuat kita saling menghargai dan saling menerima,” ujar Fahri.

Fahri menyebut, dalam Reuni 212 nanti tak ada pesan kebencian dan kampenye politik di dalamnya. Hal ini sudah menjadi komitmen dari pihak penyelenggara. Dengan kedatangan kedua pasangan calon presiden, dapat mengurangi citra negatif dari Reuni 212.