close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Elite Demokrat DKI, Misan Samsuri, berharap, DPP segera menyusun plan B atas adanya kegaduhan di internal koalisi Anies. Dokumentasi pribadi
icon caption
Elite Demokrat DKI, Misan Samsuri, berharap, DPP segera menyusun plan B atas adanya kegaduhan di internal koalisi Anies. Dokumentasi pribadi
Politik
Jumat, 01 September 2023 13:05

Gaduh koalisi Anies, DPP Demokrat diharap segera susun plan B

Misan pun mengusulkan Susi Pudjiastuti-Yenny Wahid sebagai pasangan capres-cawapres Demokrat.
swipe

Wakil Ketua DPD Partai Demokrat DKI Jakarta, Misan Samsuri, menyatakan, respons elite partai bintang mercy atas kabar Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar (Cak Imin), sebagai calon wakil presiden (cawapres) Anies Baswedan adalah hal wajar. Namun, diharapkan tidak berlarut-larut.

"Kalau kita baca rentetan peristiwa yang disampaikan Bung Sekjen, sangat maklum dengan reaksi yang ditunjukkan oleh pimpinan partai di DPP. Hanya saja tentunya tidak baik jika larut dalam situasi yang pasif dan berkutat dalam persoalan menyikapi isu itu semata," katanya dalam keterangannya, Jumat (1/9).

Menurut Misan, gejolak yang tengah mendera Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) saat ini tidak lepas dari manuver elite Partai NasDem dan PKB. "Kedua partai ini seperti memiliki peran besar dalam memainkan permainan. Ibarat orang main layangan, dia atur kapan ulur, kapan kedet ini benang."

Diketahui, Partai Demokrat kecewa lantaran merasa dikhianati Anies dan Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, terkait isu Cak Imin menjadi cawapres Koalisi Perubahan. Sebab, sempat mendorong Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), sebagai pendamping Anies pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

Sejurus kemudian, Partai Demokrat menyerukan para kadernya agar segera menurunkan baliho Anies-AHY. Majelis Tinggi Partai Demokrat pun dijadwalkan mengadakan rapat sore ini atas kabar duet Anies-Cak Imin.

Misan berpendapat, DPP Partai Demokrat sebaiknya menjadikan kasus tersebut sebagai pelajaran berharga dalam merumuskan langkah politik berikutnya pada Pemilu 2024. Pun diharapkan segera bersikap.

Ia berpandangan, DPP Partai Demokrat harus sudah memiliki rencana lain (plan B) jika Koalisi Perubahan yang dibangun bersama Partai NasDem dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) harus berakhir.

"Saya kira, ada baiknya Mas Ketum, AHY, segera mempersiapkan teman koalisi baru sekaligus memberi calon alternatif yang akan mampu menjadi pilihan baru bagi masyarakat Indonesia," ujar Wakil Ketua DPRD DKI ini.

"Tentunya Demokrat harus memiliki peran penting sebagaimana yang dimainkan NasDem dan PKB serta calon yang ditawarkan harus memiliki efek kejut dan efek elektoral bagi partai," imbuhnya.

Misan lantas mengusulkan eks Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, dan putri Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Yenny Wahid, sebagai pasangan capres-cawapres yang diusung Partai Demokrat. Lalu, dikomunikasikan kepada partai politik (parpol) lainnya.

"Saya melihat Bu Susi dan Mbak Yenny adalah pasangan yang menarik, ya. Di satu sisi, belum pernah Indonesia dipimpin duet perempuan dan keduanya berasal dari latar belakang yang berbeda. Sangat komplet dan sangat menarik secara kemampuan, saya kira. Dari rekam jejak yang ada juga cukup mumpuni," tuturnya.

Menurut Misan duet keibuan ini diyakini dapat menyejukkan Indonesia pasca polarisasi yang terjadi imbas dua pilpres sebelumnya, yang sepertinya juga akan berlanjut pada pilpres 2024 mendatang, serta menghadirkan sisi feminis dalam perumusan kebijakan negara.

Artikel ini ditulis oleh :

img
Fatah Hidayat Sidiq
Reporter
img
Fatah Hidayat Sidiq
Editor
Bagikan :
×
cari
bagikan