close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Ilustrasi. Alinea.id/Dwi Setiawan.
icon caption
Ilustrasi. Alinea.id/Dwi Setiawan.
Politik
Senin, 27 Juni 2022 09:55

Peneliti: Koalisi PDIP-Gerindra-PKB berpotensi temui jalan buntu

Daya tarik antara PDIP, Partai Gerindra, dan PKB juga tampak dari ketiga partai yang berada di dalam koalisi pemerintahan Presiden Jokowi.
swipe

Peneliti utama Indikator Politik Indonesia, Kennedy Muslim melihat, peluang koalisi PDIP, Partai Gerindra, dan PKB cukup potensial terjadi. Menurutnya, ini terlihat dari hubungan baik yang terbangun antara ketiga partai.

"Menurut saya cukup potensial, karena dari sisi ideologis dan chemistry di akar rumput antara tiga partai itu tidak ada masalah," kata Kennedy saat dihubungi Alinea.id, Minggu (26/6) malam.

Ia menambahkan, daya tarik antara PDIP, Partai Gerindra, dan PKB juga tampak dari ketiga partai yang berada di dalam koalisi pemerintahan Presiden Joko Widodo selama tiga tahun terakhir.

"Kita tidak atau belum pernah mendengar adanya keretakan atau konflik baik di level elite maupun massa pemilih antar ketiga partai tersebut," ujarnya.

Kendati demikian, koalisi PDIP, Partai Gerindra, dan PKB berpotensi menemui jalan buntu di kemudian hari. Ini terkait dengan penentuan kandidat calon yang akan diusung dalam Pilpres 2024.

"Hasil analisa survei Indikator selama ini menemukan bahwa faktor kandidat capres selalu menjadi magnet elektoral yang diharapkan bisa memberikan coattail effect atau efek ekor jas ke partai pengusung utamanya," terang Kennedy.

Seperti diketahui, Partai Gerindra kemungkinan kembali mengusung Prabowo Subianto untuk maju sebagai capres untuk mengangkat suara partai. Partai Gerindra diketahui menjadi partai terbesar kedua setelah PDIP dalam dua Pemilihan Umum (Pemilu) terakhir.

"Apakah PDI Perjuangan akan legowo merelakan posisi capres apabila mereka memutuskan berkoalisi dengan Gerindra dan PKB?" kata Kennedy.

Hasil survei Indikator di Mei menunjukkan, PDIP dalam simulasi pemilihan legislatif (Pileg) masih stabil menempati posisi pertama di kisaran 26%. Sementara, Partai Gerindra di posisi kedua dengan angka elektabilitas partai di kisaran 10%.

Lebih lanjut, menurut Kennedy, arah koalisi partai politik di Indonesia akan terkunci ke dalam tiga poros jika koalisi PDIP, Partai Gerindra, dan PKB berlanjut.

"Apabila koalisi PDIP, Gerindra, dan PKB ini langgeng sampai "pelaminan" dan membuahkan kesepakatan, efektif ini akan mengunci koalisi menjadi hanya tiga poros," imbuhnya.

Adapun ketiga poros koalisi yang dimaksud adalah poros koalisi PDIP, Partai Gerindra dan PKB, poros koalisi Partai Nasdem dengan Partai Demokrat dan PKS, serta poros Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang saat ini terdiri dari Golkar, PAN, dan PPP.

Artikel ini ditulis oleh :

img
Gempita Surya
Reporter
img
Hermansah
Editor
Bagikan :
×
cari
bagikan