Politik / Reuni PA 212

Kubu Jokowi-Ma'ruf minta Arab Saudi tak campuri politik RI

Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf berharap pemerintah Arab Saudi tidak mencampuri urusan politik dalam negeri Indonesia.

Kubu Jokowi-Ma'ruf minta Arab Saudi tak campuri politik RI
Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf berharap pemerintah Arab Saudi tidak mencampuri urusan politik dalam negeri Indonesia. / Facebook

Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf berharap pemerintah Arab Saudi tidak mencampuri urusan politik dalam negeri Indonesia. 

Juru bicara TKN Arya Sinulingga mengatakan, Arab Saudi harus mengetahui batas-batas hubungan kedua negara. 

"Kami saja menghargai apa yang terjadi di Arab saudi," kata Arya di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (4/12).

Dia mengatakan, Indonesia diakui kerap melakukan protes atas vonis hukuman mati di Indonesia. Namun, tetap dalam kerangka hukum di Arab Saudi. 

"Ini kami sangat sedih, kok Arab Saudi  seperti itu. Intevensi dan terlalu masuk dalam situasi politik di Indonesia," katanya. 

TKN berharap Arab Saudi bisa menghargai Indonesia dan menahan diri untuk tidak terlibat sebagai mencampuri urusan dalam negeri Indonesia. 

Sebelumnya, menggunakan tulisan Arab, Duta Besar Arab Saudi Osamah mengatakan Reuni Akbar 212 sebagai protes umat Islam Indonesia atas pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid.

"Aksi jutaan umat Islam sebagai reaksi atas pembakaran bendera tauhid oleh 'organisasi menyimpang atau sesat' beberapa bulan yang lalu. Acara tersebut dihadiri Gubernur DKI, Anis Baswedan, juga dihadiri calon Presiden RI Jenderal Prabowo Subianto serta Wakil Ketua DPR Fadli Zon," katanya dalam cuitannya. 

Ditempat terpisah, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar mengatakan dirinya kecewa terhadap apa yang dilakukan oleh Dubes Arab Saudi. 

"Saya mengapresiasi Kemenlu (Kementerian Luar Negeri) mengambil tindakan-tindakan, menegur," katanya. 

Diapun berharap pemerintah Arab Saudi segera meminta maaf atas pernyataannya itu, karena terlalu campur tangan urusan dalam negeri orang lain. 

Selain itu, Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) dan GP Anshor telah melakukan nota protes atas cuitan Duta Besar Arab Saudi tersebut. 


Berita Terkait

Kolom

Infografis