sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Mahfud MD bongkar Jokowi bisa jadi peluru kubu Prabowo

Setelah Mahfud MD membongkar alasan tak terpilih sebagai Cawapres Jokowi, cerita itu diperkirakan bisa menjadi peluru baru bagi kubu Prabowo

Kudus Purnomo Wahidin
Kudus Purnomo Wahidin Rabu, 15 Agst 2018 17:38 WIB
Mahfud MD bongkar Jokowi bisa jadi peluru kubu Prabowo

Setelah Mahfud MD membongkar alasan tak terpilih sebagai Cawapres Jokowi, cerita itu diperkirakan bisa menjadi peluru baru bagi kubu Prabowo.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD membeberkan penyebab dirinya tak dipilih sebagai Cawapres oleh petahana Joko Widodo di salah satu stasiun televisi swasta. Sejumlah spekulasi bermunculan bahwa apa yang diungkapkan oleh mantan Ketua MK tersebut akan berdampak secara elektoral kepada pasangan Jokowi-Maruf Amin. Pasalnya, dalam keputusan tersebut, dicurigai amat bertalian dengan hasrat politik dari Maruf Amin.

Pengamat Politik Lingkar Madani Ray Rangkuti mengatakan apa yang dilakukan oleh Mahfud tak akan berdampak kepada elektoral pasangan calon Jokowi-Maruf, alias tak akan mengurangi jumlah pemilih Jokowi.

"Jadi ini hanya menambah kekecewaan dari orang-orang yang tak setuju dengan penunjukan pak Maruf, jadi dengan cerita pak Mahfud itu semakin menambah kekecewaannya, tapi tak akan menambah orang yang kecewa," paparnya di Menteng, Jakarta, Rabu (15/8).

Ia mengatakan, penunjukan Ma'ruf Amin sebagai pendamping Jokowi memang sangat dipengaruhi oleh desakan partai pendukung. Sejumlah partai itu berhasrat agar Ma'ruf Amin dapat menjadi pendamping Jokowi, sehingga membuat nama Mafud MD tereleminasi.

"Kalau kita lihat dari pernyataan pak Mahfud, itu lebih ke desakan partai yang kuat, dan pemilihan Ma'ruf sebenarnya bukan alasan karena untuk menekan politik SARA bukan itu," paparnya.

Ray memprediksi apa yang yang telah diungkapkan oleh Mahfud terkait gagalnya ditunjuk sebagai pendamping Jokowi, berpotensi menjadi alat serang penantang Jokowi, untuk mengalahkannya.

"Cerita pak Mahfud ini berpotensial untuk di kapitalisasi oleh kubu seberang untuk menunjukan kelemahan pak Ma'ruf, seperti misalkan dilukiskan pak Ma'ruf itu orang yang haus kekuasaan, tetapi kerangkanya sebenarnya untuk menyerang Jokowi melalui pak Ma'ruf ini," paparnya.

Sponsored

Lebih jauh, Ray mengimbau kepada masyarakat untuk sadar bahwa pada Pemilu kali ini, agama telah dipakai sebagai kerangka kepentingan politik praktis, sehingga ada baiknya masyarakat mengedepankan logika politik.

"Kembali lagi kita harus belajar, dan harus dipahami bahwa agama sudah dipakai dalam kerangka kepentingan politik," pungkasnya.

Berita Lainnya