logo alinea.id logo alinea.id

Pertemuan Jokowi-Prabowo di MRT sarat simbol

Jokowi dinilai sedang berupaya memainkan simbol-sombol dengan pertemuan di MRT dan pusat perbelanjaan.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Sabtu, 13 Jul 2019 18:30 WIB
Pertemuan Jokowi-Prabowo di MRT sarat simbol

Rekonsiliasi usai pemilihan presiden (Pilpres) baru saja terjadi lewat pertemuan antara Joko Widodo dengan Prabowo Subianto di Stasiun Moda Raya Transportasi (MRT) Lebak Bulus.

Yang menarik dalam pertemuan tersebut, Prabowo sempat mengatakan kemungkinan posisinya dalam pemerintahan mendatang. 

Pernyataan Prabowo soal chek and balance yang dibutuhkan, seolah menjadi penanda posisi Partai Gerindra yang kemungkinan akan menjadi oposisi di pemerintahan. 

Pengamat Politik Heri Budianto menilai pernyataan tersebut sebagai sikap jelas Prabowo yang lebih nyaman sebagai oposisi. Mantan Danjen Kopasus tersebut dinilai memikirkan 45 juta pendukungnya, sehingga memilih untuk mengambil jalan oposisi. 

Heri juga mengapresiasi pertemuan yang terjadi telah berhasil meredam ketegangan politik bangsa, utamanya yang terjadi antara pendukung keduanya. 

Di sisi lain, pilihan rekonsiliasi yang berlangsung secara mendadak tersebut dinilai Heri punya pesan khusus. Misalnya pada pilihan tempat rekonsiliasi yakni: Stasiun MRT dan Mall FX Sudirman yang sudah pasti dikunjungi oleh masyarakat pada hari libur.  

"Keduanya ingin menunjukan suasana yang terjalin sifatnya informal dan rileks. Pertemuan di Stasiun MRT pada hari libur," kata Heri pada Sabtu (13/7). 

Pengamat politik dari lembaga survei Kedai Kopi Hendri Satrio menambahkan, Jokowi sedang berupaya memainkan simbol. Hendri bilang, pertemuan di MRT terjadi karena Jokowi gemar menggunakan simbol-simbol. 

Sponsored

"Pak Jokowi itu senang simbol-simbol, dari dulu memang suka simbol. Setiap kegiatan selalu dijadikan simbol. Waktu itu deklarasi kemenangan 2014 juga pakai simbol," kata Hendri. 

Pesan khusus yang hendak dibangun Jokowi kata Hendri adalah keinginan Jokowi untuk mempopulerkan MRT. Selain itu, menurut Hendri MRT satu arah. 

"Semua sejalan, nah mungkin itu disimbolkan di sana," kata Hendri. 

Sementara itu, Hendri menilai sejumlah tokoh yang tampil dalam rekonsiliasi tersebut seolah ingin tampil. Hendri menyoroti banyaknya tokoh yang menenami Jokowi. Salah satunya Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan (BG). 

Padahal Prabowo hanya ditemani Sekjen Gerindra Ahmad Muzani, namun Jokowi ditemani BG, Erik Thohir dan Menteri Perhubungan Budi Karya.