sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

SBY diminta tak buru-buru tuduh adanya kecurangan Pilpres 2024

SBY diminta menahan diri dalam menyampaikan sesuatu.

Marselinus Gual
Marselinus Gual Kamis, 22 Sep 2022 13:29 WIB
SBY diminta tak buru-buru tuduh adanya kecurangan Pilpres 2024

Wakil Ketua Umum PPP, Arsul Sani, mengingatkan Partai Demokrat dan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), untuk tidak perlu terburu-buru menuduh adanya kecurangan Pemilu 2024. Arsul bahkan sampai mengingatkan pernyataan SBY saat masih menjabat sebagai Presiden RI agar perlu menahan diri dalam menyampaikan sesuatu.

SBY sebelumnya menuduh adanya penjegalan calon tertentu sehingga hanya terbentuk dua pasangan capres-cawapres di Pilpres 2024.

"Saya tidak ingin melihat apa yang disampikan SBY baru-baru ini. Tapi kita ingin mengajak ingat apa yang disampaikan Pak SBY waktu beliau pas presiden, bahwa janganlah kita ini buru-buru sudzon, buru-buru punya prasangka bahwa satu pwmilu itu pasti ada kecurangan," kata Arsul di komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (22/9).

Menurut Arsul, tidak masalah jika apa yang disampaikan SBY hanya sebagai bentuk peringatan. Hanya saja, kata dia, peringatan itu tak perlu menciptakan suatu perspektif bahwa akan ada kecurangan.

"Kalau itu hanya sekedar dimaksud mengingatkan kita semua jangan ada desain kecurangan, jangan ada ketidak-fairan, ya nggak apa-apa. Tapi menurut hemat saya cukup diingatkan saja, tidak perlu kemudian seolah menciptajan satu prespektif, satu kesan bahwa yamg namanya tidak jujur curang itu pasti akan terjadi," ucap anggota Komisi III DPR ini.

Arsul menegaskan, PPP pada dasarnya sepakat apabila Pilpres 2024 tidak diikuti oleh hanya dua pasangan calon presiden. Kendati begitu, PPP tidak mau terburu-buru menyampaikan adanya indikasi kecurangan.

"Karena kalau saya bicara dari sisi PPP, kami juga menginginkan bahwa paslon itu lebih dari dua. Dalam konteks seperti ini aspirasi atau yang dipikirkan Pak SBY dengan kami sama. Bedanya kami tidak buru buru mengatakan ada indikasi ketidak adilan. Buat PPP, kalau bisa empat (paslon) lebih baik lagi," ucap dia.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jazilul Fawaid, menegaskan dua pasangan calon di Pilpres 2024 tidak bisa disimpan sebagai kecurangan atau upaya untuk menjegal calon tertentu. Menurut dia, dua paslon atau lebih sah-sah saja.

Sponsored

"Nanti, ternyata misalkan partai-partai hanya terjadi dua pasangan calon, itu juga tidak bisa dianggap sebagai kecurangan," kata Jazilul kepada wartawan, Selasa (20/9).

Berita Lainnya
×
tekid