sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Sentil pernyataan Mega, Imelda: Demokrat tak pernah ngemis menteri ke SBY

"Saat Pak SBY, tak ada satu partai pun meminta-minta secara terbuka kepada presiden," kata Imelda.

Kudus Purnomo Wahidin
Kudus Purnomo Wahidin Sabtu, 10 Agst 2019 15:00 WIB
Sentil pernyataan Mega, Imelda: Demokrat tak pernah ngemis menteri ke SBY
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 118753
Dirawat 37530
Meninggal 5521
Sembuh 75645

Kepala Divisi Komunikasi Publik Partai Demokrat Imelda Sari menyentil pernyataan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, yang meminta jatah menteri saat Kongres PDI-P di Bali beberapa waktu lalu.

Imelda mengatakan, partainya tak pernah mengemis untuk meminta jatah menteri saat Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono terpilih menjadi presiden pada 2009.

"Saat Pak SBY, tak ada satu partai pun meminta-minta secara terbuka kepada presiden," kata Imelda dalam diskusi Perspektif Indonesia bertajuk "Membaca Arah Tusukan Pidato Mega" di kawasan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu(10/8).

Menurutnya, Demokrat paham etika politik dalam berkoalisi. Keputusan jatah menteri, kata dia, sudah seharusnya menjadi hak preogratif presiden terpilih.

Bahkan, kata Imelda, di era pemerintahan SBY, pembahasan soal komposisi kabinet dilakukan secara tertutup. Walaupun ada jabatan sekretaris gabungan (setgab) saat itu, tetapi Imelda menuturkan, penentuan posisi menteri tetap diserahkan kepada presiden.

Demokrat berharap, presiden dan wakil presiden terpilih, yakni Jokowi-Ma’ruf, tak terpengaruh intervensi politik, serta bisa jadi nakhoda bagi semua elemen bangsa.

"Kami sih berharap Jokowi-Ma'ruf bisa memimpin dengan stabil, berprestasi, well done. Itu saja," katanya.

Sebelumnya, pada Rabu (8/8) saat pidato di Kongres V PDI-P di Grand Inna Beach, Denpasar, Bali, Megawati menegaskan jatah menteri untuk kadernya di Kabinet Kerja Jilid II harus banyak. Permintaan yang dibawa dengan gaya bercanda itu sontak mendapat tanggapan berbagai pihak.

Sponsored
Berita Lainnya