Surya Paloh: Kami terbiasa dengan survei rendah
Menurut Surya Paloh, hasil survei bisa berubah sewaktu-waktu.

Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, merespons santai hasil survei Litbang Kompas yang menunjukan elektabilitas partainya naik signifikan pascadeklarasi Anies Baswedan sebagai calon presiden (capres).
Survei Litbang Kompas terbaru menyebutkan, elektabilitas Partai NasDem naik menjadi 7,3%. Pada periode 24 September-7 Oktober 2022, elektabilitas NasDem hanya sebesar 4,3%.
Paloh mengatakan, meski elektabilitas NasDem mengalami peningkatan, namun partainya tak mau jumawa. Sebab, hasil survei bisa berubah sewaktu-waktu.
"Nasdem sudah terbiasa surveinya rendah, naik sedikit baru napas aja, turun lagi," kata Paloh di kantor DPP Partai Demokrat, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (23/2).
Paloh mengatakan, meski kenaikan elektabilitas merupakan hal positif, namun survei bukanlah satu-satunya yang menentukan kemenangan NasDem di Pemilu 2024,
"Jadi itu bukan semuanya hari ini, sebagai indikasi hari ini, ya, tapi kan ini panjang perjalanan, tapi kami berkewajiban untuk saling berusaha hadir, itu kewajiban," ucap dia.
Sebelumnya, peneliti Senior Litbang Kompas Toto Suryaningtyas menyebut deklarasi Anies Baswedan berdampak signifikan terhadap elektabilitas NasDem. Alasannya, angkanya melompat 3% dari 4,3% menjadi 7,3%. Lompatan 3% itu, kata dia cukup signifikan karena NasDem itu belum pernah mendapat angka demikian.
Di sisi lain, Demokrat mendapat penurunan 5,3% padahal dalam tiga survei terakhir Demokrat mendapat kenaikan. Faktor penyebabnya adalah merosotnya pemilih Anies Baswedan di Demokrat.
"Suaranya pindah ke Nasdem, tapi kita tidak bisa memastikan satu per satu ya. Tapi gelagatnya statistiknya demikian," ujar Toto.

Derita jelata, tercekik harga pangan yang naik
Senin, 21 Feb 2022 17:25 WIB
Menutup lubang “tikus-tikus” korupsi infrastruktur kepala daerah
Minggu, 13 Feb 2022 15:06 WIB
Segudang persoalan di balik "ugal-ugalan" RUU IKN
Minggu, 23 Jan 2022 17:07 WIB
Cerita mereka yang direpresi di BRIN: Dari teguran hingga pemotongan tukin
Selasa, 21 Mar 2023 12:10 WIB
Cerita mereka yang direpresi di BRIN: Dari teguran hingga pemotongan tukin
Selasa, 21 Mar 2023 12:10 WIB