Timses Jokowi sarankan Prabowo jadi capres Amerika

Prabowo harus menyadari bahwa masyarakat Indonesia tidak menyukai gaya pemimpin pemarah.

Timses Jokowi sarankan Prabowo jadi capres Amerika
Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto berpidato saat menghadiri peringatan Hari Disabilitas Internasional di Jakarta, Rabu (5/12)./ Antara Foto

Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin menyarankan agar calon presiden Prabowo Subianto menjadi calon presiden Amerika Serikat (AS). Ini disebabkan gaya Prabowo yang dinilai menyerupai Presiden AS, Donald Trump, karena memarahi media. 

"Ya kalau mengikuti gaya Trump, jadi capres Amerika saja," kata Sekretaris TKN Jokowi-Maruf, Hasto Kristiyanto, saat ditanya wartawan soal gaya Prabowo itu, di Rumah Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (6/12). 

Menurutnya, calon presiden harus mengetahui bahwa budaya di Indonesia berbeda dengan budaya Amerika. Di Indonesia, masyarakatnya cenderung tidak menyukai gaya pemimpin yang senang marah-marah. 

Bagi dia, sikap Prabowo tersebut merupakan sikap blunder yang justru merugikan capres nomor urut 02.

Di tempat terpisah, Wakil Direktur Saksi TKN, Lukman Edy, mengatakan hampir semua televisi memberitakan tentang Reuni 212. Hanya saja, tidak semua menyiarkan secara langsung. 

Lukman pun menilai Prabowo tidak memahami media merupakan salah satu pilar demokrasi. Menurutnya, kemarahan Prabowo dikarenakan pemberitaan media tidak sesuai dengan yang dia harapkan.

Lukman juga mengatakan, kemarahan Prabowo pada media telah secara perlahan membuka karakter Ketua Umum Partai Gerindra tersebut.

"Prabowo memiliki karakter ingin mendikte media, karakter ingin mem-framing media," katanya. 

Tipe-tipe yang ingin mendikte media seperti itu, lanjut Lukman, hampir sama dengan yang terjadi pada era sebelum reformasi, 20 tahun lalu. Menurut Lukman, perilaku tersebut sudah tidak relevan.

"Jadi jangan memandang media ini dengan kaca mata subyektifitas, biarkan media ini tumbuh dengan subyektifitasnya sendiri. Sebab media memiliki tanggung jawab untuk membangun demokrasi," katanya.

Kemarahan Prabowo disampaikan dalam pidatonya di acara peringatan Hari Disabilitas Internasional ke-26 di Jakarta, Rabu (5/12). Ini disebabkan penilaiannya bahwa aksi Reuni 212 pada Minggu (2/12) lalu tidak banyak diliput media. 

Saat hendak meninggalkan lokasi acara di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Prabowo pun menolak untuk diwawancarai oleh para wartawan yang menantinya. Dia hanya mau berbicara pada satu wartawan dari TVOne.


Berita Terkait