Sinar matahari memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, mulai dari membantu produksi vitamin D hingga mendukung kualitas tidur.
Paparan sinar matahari sering kali dihindari karena dianggap dapat menyebabkan kulit menjadi gelap, terbakar, atau meningkatkan risiko penuaan dini. Tak sedikit orang memilih lebih banyak beraktivitas di dalam ruangan atau menggunakan berbagai cara untuk mengurangi paparan sinar matahari secara langsung. Padahal, jika diperoleh dalam jumlah yang cukup, sinar matahari memiliki berbagai manfaat penting bagi kesehatan tubuh.
Salah satu manfaat yang paling dikenal adalah membantu tubuh memproduksi vitamin D secara alami. Nutrisi ini berperan penting dalam menjaga kesehatan tulang, otot, dan sistem kekebalan tubuh. Namun, manfaat sinar matahari ternyata tidak berhenti sampai di situ. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa paparan sinar matahari juga dapat membantu mengatur ritme sirkadian atau jam biologis tubuh, meningkatkan kualitas tidur, memperbaiki suasana hati, hingga mendukung kesehatan jantung.
Paparan sinar matahari bahkan dikaitkan dengan peningkatan fungsi sistem imun dan pengelolaan berat badan yang lebih baik. Meski masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami beberapa manfaat tersebut, para ahli sepakat bahwa mendapatkan sinar matahari dalam jumlah yang cukup merupakan bagian penting dari gaya hidup sehat.
Meski demikian, bukan berarti seseorang dianjurkan berjemur terlalu lama tanpa perlindungan. Paparan sinar matahari yang berlebihan tetap dapat meningkatkan risiko kerusakan kulit. Karena itu, penting untuk mengetahui durasi paparan yang dianjurkan sekaligus memahami berbagai manfaat yang bisa diperoleh tubuh dari sinar matahari. Melansir dari GoodRX dan Alodok, Jumat (19/6).
1. Membantu produksi vitamin D