close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Ilustrasi orang sakit./Foto alexandre saraiva carniato/Pexels.com
icon caption
Ilustrasi orang sakit./Foto alexandre saraiva carniato/Pexels.com
Sosial dan Gaya Hidup
Selasa, 14 Juli 2026 10:50

9 kebiasaan sehari-hari yang dapat membantu mencegah stroke

Stroke terjadi akibat terganggunya aliran darah ke otak. Kenali penyebab, faktor risiko, dan 9 kebiasaan sehat yang dapat membantu mencegah stroke.
swipe

Stroke masih menjadi salah satu penyebab utama kecacatan dan kematian di dunia. Meski kerap terjadi secara tiba-tiba, sebagian besar kasus stroke sebenarnya berkaitan dengan faktor risiko yang dapat dikendalikan melalui perubahan gaya hidup.

Kebiasaan sehari-hari, seperti menjaga tekanan darah tetap normal, berolahraga secara rutin, mengonsumsi makanan bergizi, hingga berhenti merokok, berperan penting dalam menurunkan risiko stroke. Langkah-langkah tersebut juga dapat membantu menjaga kesehatan pembuluh darah dan fungsi otak dalam jangka panjang.

Tidak semua faktor risiko stroke dapat diubah, seperti usia atau riwayat keluarga. Namun, menerapkan pola hidup sehat sejak dini menjadi salah satu upaya yang direkomendasikan untuk mengurangi risiko penyakit ini.

Dilansir dari Healthline Jumat (11/7), berikut penjelasan mengenai stroke serta sejumlah kebiasaan yang dapat membantu menurunkan risikonya.

Apa itu Stroke?

Stroke adalah kondisi ketika aliran darah ke otak terganggu sehingga sel-sel otak tidak mendapatkan oksigen dan nutrisi yang cukup. Dalam hitungan menit, sel otak mulai mengalami kerusakan dan dapat mati apabila aliran darah tidak segera dipulihkan.

Secara umum, stroke terbagi menjadi dua jenis, yaitu:

Stroke iskemik, yaitu stroke yang terjadi akibat penyumbatan pembuluh darah di otak. Jenis ini merupakan yang paling sering terjadi.

Stroke hemoragik, yaitu stroke yang disebabkan pecahnya pembuluh darah di otak sehingga terjadi perdarahan.

Karena sel otak yang rusak tidak dapat kembali seperti semula, stroke dapat menyebabkan gangguan permanen, mulai dari kelumpuhan, kesulitan berbicara, gangguan penglihatan, hingga penurunan fungsi berpikir.

Kebiasaan sehari hari yang dapat membantu cegah Stroke 

Meskipun tidak semua faktor risiko dapat diubah, seperti usia atau riwayat keluarga, banyak kebiasaan sehari-hari yang dapat membantu menurunkan risiko stroke secara signifikan.

1. Jaga tekanan darah tetap normal

Hipertensi merupakan penyebab utama sebagian besar kasus stroke. Oleh karena itu, tekanan darah perlu diperiksa secara rutin dan dijaga agar tetap dalam batas normal.

Cara sederhana untuk membantu mengontrol tekanan darah antara lain mengurangi konsumsi garam, menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga, dan mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter bila diperlukan.

2. Kendalikan gula darah

Penderita diabetes memiliki risiko stroke yang lebih tinggi dibandingkan orang tanpa diabetes. Kadar gula darah yang tinggi dalam jangka panjang dapat merusak pembuluh darah sehingga meningkatkan risiko penyumbatan.

Menjalani pola makan sehat, rutin beraktivitas fisik, serta mematuhi pengobatan dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap terkendali.

3. Jaga kadar kolesterol

Kolesterol LDL atau kolesterol "jahat" yang tinggi dapat menyebabkan penumpukan plak di pembuluh darah. Lama-kelamaan, plak tersebut dapat menyumbat aliran darah ke otak atau membentuk bekuan darah yang memicu stroke.

Perbanyak konsumsi ikan, kacang-kacangan, alpukat, minyak zaitun, buah, dan sayuran untuk membantu menjaga kadar kolesterol tetap sehat.

4. Konsumsi makanan bergizi seimbang

Pola makan sehat merupakan salah satu langkah paling efektif untuk menjaga kesehatan pembuluh darah sekaligus menurunkan risiko stroke. Perbanyak konsumsi buah-buahan, sayuran, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, ikan yang kaya asam lemak omega-3, serta daging tanpa lemak.

Sebaliknya, batasi makanan tinggi garam, gula tambahan, lemak jenuh, daging olahan, serta makanan ultra-proses karena dapat meningkatkan risiko hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi.

5. Rutin berolahraga

Aktivitas fisik membantu menjaga kesehatan jantung, memperbaiki sirkulasi darah, menurunkan tekanan darah, mengontrol gula darah, dan mempertahankan berat badan ideal.

Usahakan melakukan olahraga intensitas sedang setidaknya 150 menit setiap minggu, misalnya berjalan kaki cepat, bersepeda, berenang, atau senam.

6. Berhenti merokok

Merokok merusak lapisan pembuluh darah, mempercepat pembentukan plak, dan meningkatkan risiko terbentuknya bekuan darah yang dapat menyebabkan stroke.

Risiko stroke akan mulai menurun setelah seseorang berhenti merokok dan terus berkurang seiring waktu.

7. Pertahankan berat badan ideal

Kelebihan berat badan dan obesitas berkaitan erat dengan hipertensi, diabetes, serta kolesterol tinggi yang semuanya merupakan faktor risiko stroke.

Menjaga pola makan sehat dan rutin berolahraga merupakan cara terbaik untuk mencapai dan mempertahankan berat badan ideal.

8. Tidur yang cukup

Kurang tidur maupun kualitas tidur yang buruk dapat meningkatkan tekanan darah dan memengaruhi kesehatan jantung.

Orang dewasa dianjurkan tidur sekitar 7–9 jam setiap malam untuk membantu menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.

9. Kelola stres

Stres berkepanjangan dapat memengaruhi tekanan darah, kualitas tidur, dan mendorong seseorang menjalani kebiasaan tidak sehat, seperti makan berlebihan atau merokok.

Mengelola stres dapat dilakukan dengan berolahraga, melakukan hobi, bermeditasi, atau meluangkan waktu untuk beristirahat.

Stroke terjadi ketika aliran darah ke otak terganggu akibat penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah. Kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan otak permanen apabila tidak segera ditangani.

Meski usia dan faktor genetik tidak dapat diubah, banyak faktor risiko stroke yang dapat dikendalikan, seperti tekanan darah tinggi, diabetes, kolesterol, obesitas, kebiasaan merokok, kurang olahraga, hingga pola makan yang tidak sehat.

Dengan menerapkan kebiasaan hidup sehat setiap hari, risiko stroke dapat berkurang secara signifikan sekaligus membantu menjaga kesehatan jantung, pembuluh

darah, dan otak dalam jangka panjang.

 

 

img
Haidhar Ali Faqih
Reporter
img
sat
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan