Apa manfaat sinar matahari? ini 8 khasiatnya bagi kesehatan
Paparan sinar matahari sering kali dihindari karena dianggap dapat menyebabkan kulit menjadi gelap, terbakar, atau meningkatkan risiko penuaan dini. Tak sedikit orang memilih lebih banyak beraktivitas di dalam ruangan atau menggunakan berbagai cara untuk mengurangi paparan sinar matahari secara langsung. Padahal, jika diperoleh dalam jumlah yang cukup, sinar matahari memiliki berbagai manfaat penting bagi kesehatan tubuh.
Salah satu manfaat yang paling dikenal adalah membantu tubuh memproduksi vitamin D secara alami. Nutrisi ini berperan penting dalam menjaga kesehatan tulang, otot, dan sistem kekebalan tubuh. Namun, manfaat sinar matahari ternyata tidak berhenti sampai di situ. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa paparan sinar matahari juga dapat membantu mengatur ritme sirkadian atau jam biologis tubuh, meningkatkan kualitas tidur, memperbaiki suasana hati, hingga mendukung kesehatan jantung.
Paparan sinar matahari bahkan dikaitkan dengan peningkatan fungsi sistem imun dan pengelolaan berat badan yang lebih baik. Meski masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami beberapa manfaat tersebut, para ahli sepakat bahwa mendapatkan sinar matahari dalam jumlah yang cukup merupakan bagian penting dari gaya hidup sehat.
Meski demikian, bukan berarti seseorang dianjurkan berjemur terlalu lama tanpa perlindungan. Paparan sinar matahari yang berlebihan tetap dapat meningkatkan risiko kerusakan kulit. Karena itu, penting untuk mengetahui durasi paparan yang dianjurkan sekaligus memahami berbagai manfaat yang bisa diperoleh tubuh dari sinar matahari. Melansir dari GoodRX dan Alodok, Jumat (19/6).
1. Membantu produksi vitamin D
Saat kulit terpapar sinar matahari, tubuh akan memproduksi vitamin D secara alami. Vitamin yang kerap dijuluki sebagai "vitamin sinar matahari" ini memiliki peran penting dalam berbagai fungsi tubuh.
Vitamin D membantu menjaga kesehatan tulang dan otot, mendukung sistem kekebalan tubuh, membantu mengatur tekanan darah, serta berperan dalam menjaga fungsi otak dan kadar gula darah tetap normal.
2. Menjaga kesehatan tulang
Vitamin D yang diperoleh dari paparan sinar matahari membantu tubuh menyerap kalsium secara lebih efektif. Kalsium merupakan mineral utama yang dibutuhkan untuk menjaga kekuatan tulang.
Asupan vitamin D yang cukup dapat membantu menurunkan risiko gangguan tulang seperti osteoporosis dan osteopenia. Dengan tulang yang lebih kuat, risiko patah tulang juga dapat berkurang.
3. Membantu mengurangi bakteri di dalam ruangan
Banyak orang menghabiskan sebagian besar waktunya di dalam ruangan. Padahal, debu di dalam rumah dapat menjadi tempat hidup berbagai jenis bakteri yang berpotensi memicu masalah kesehatan tertentu.
Sebuah penelitian menemukan bahwa paparan sinar matahari dapat membantu mengurangi jumlah bakteri yang hidup di dalam debu rumah. Karena itu, membuka jendela atau membiarkan cahaya matahari masuk ke dalam rumah dapat membantu meningkatkan kualitas udara di dalam ruangan.
4. Berpotensi membantu menurunkan tekanan darah
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa paparan sinar matahari dapat membantu menurunkan tekanan darah. Salah satu alasannya adalah sinar ultraviolet dapat meningkatkan ketersediaan nitric oxide dalam tubuh.
Nitric oxide membantu melebarkan pembuluh darah sehingga aliran darah menjadi lebih lancar. Meski demikian, para peneliti masih memerlukan studi lebih lanjut untuk memahami manfaat ini secara lebih mendalam.
5. Membantu meningkatkan kualitas tidur
Paparan sinar matahari memiliki peran penting dalam mengatur ritme sirkadian atau jam biologis tubuh. Sistem ini membantu tubuh mengetahui kapan waktunya terjaga dan kapan waktunya beristirahat.
Mendapatkan sinar matahari pada pagi hari dapat membantu tubuh memproduksi melatonin secara lebih optimal pada malam hari. Hormon melatonin berperan penting dalam membantu seseorang tidur lebih nyenyak.
6. Membantu memperbaiki suasana hati
Kurangnya paparan sinar matahari diketahui berkaitan dengan peningkatan risiko gangguan suasana hati, termasuk seasonal affective disorder (SAD), yaitu jenis depresi yang sering muncul pada musim tertentu.
Paparan sinar matahari dapat membantu meningkatkan kadar serotonin, yaitu zat kimia di otak yang berperan dalam mengatur suasana hati. Karena itu, mendapatkan sinar matahari yang cukup dapat membantu seseorang merasa lebih baik dan lebih berenergi.
7. Mendukung sistem kekebalan tubuh
Selain membantu produksi vitamin D, sinar matahari juga diketahui berperan dalam mendukung fungsi sistem imun. Vitamin D dibutuhkan tubuh untuk membantu melawan berbagai infeksi yang disebabkan oleh bakteri maupun virus.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa paparan sinar ultraviolet dan vitamin D memiliki efek perlindungan terhadap sejumlah penyakit infeksi. Karena itu, mendapatkan sinar matahari dalam jumlah yang cukup dapat menjadi salah satu cara untuk mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan.
8. Berpotensi membantu menjaga berat badan
Sejumlah penelitian menemukan hubungan antara paparan sinar matahari dengan indeks massa tubuh (BMI) yang lebih rendah. Meski hubungan tersebut masih memerlukan penelitian lebih lanjut, para ahli menilai sinar matahari dapat memengaruhi sejumlah jalur biologis yang berkaitan dengan berat badan.
Selain itu, sinar matahari juga dapat membantu memperbaiki suasana hati dan meningkatkan keinginan seseorang untuk beraktivitas di luar ruangan. Kebiasaan tersebut secara tidak langsung dapat membantu menjaga berat badan tetap ideal.
Berapa lama paparan sinar matahari yang dianjurkan?
Meski memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan, berjemur tidak perlu dilakukan terlalu lama. Durasi paparan sinar matahari yang dibutuhkan setiap orang dapat berbeda-beda, tergantung usia, warna kulit, lokasi tempat tinggal, hingga kondisi cuaca.
Secara umum, orang dewasa dianjurkan mendapatkan paparan sinar matahari selama sekitar 10 hingga 20 menit sebanyak dua hingga tiga kali dalam seminggu. Sementara itu, anak-anak dan bayi berusia di atas enam bulan umumnya cukup berjemur selama 5 hingga 10 menit. Adapun lansia atau orang dengan warna kulit yang lebih gelap mungkin memerlukan waktu lebih lama, yakni sekitar 15 hingga 30 menit, karena kemampuan kulit memproduksi vitamin D cenderung lebih rendah.
Agar manfaatnya lebih optimal, berjemur sebaiknya dilakukan pada pagi hari saat sinar matahari belum terlalu terik. Beberapa ahli menyarankan waktu antara pukul 07.00 hingga 10.00 pagi sebagai waktu yang relatif aman untuk mendapatkan paparan sinar matahari.
Meski demikian, paparan sinar matahari yang berlebihan tetap perlu dihindari. Berjemur terlalu lama tidak serta-merta meningkatkan produksi vitamin D dalam jumlah lebih banyak. Sebaliknya, kebiasaan tersebut dapat meningkatkan risiko kulit terbakar, penuaan dini, hingga berbagai masalah kesehatan kulit lainnya.


